![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Setelah melihat kwalitas Beras Gratis (Rastis) untuk warga miskin yang dinilainya jelek dan tidak layak konsumsi, Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, H Edi Suripno SH, Rabu 19 Januari 2010, memerintahkan Komisi II DPRD untuk memanggil pengguna anggaran, yakni Kepala Dinas Sosial, Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk diminati pertanggung jawabannya.
“Kami segera perintahkan Komisi II untuk memanggil pengguna anggaran terkait pengadaan Rastis tahap III tahun 2010. Kami akan meminta klarifikasi dan pertanggung jawaban pengguna anggaran dan rekanan, karena dari sample beras seberat 10 kilogram (Kg) hasil pembagian tahap III yang disampaikan oleh anggotanya, nampak jelas bahwa rastis itu nyata-nyata tidak layak untuk dikonsumsi,” tegas Edi.
Lebih jauh dijelaskan Edi, dinas terkait juga diminta untuk menginventarisir data terbaru mengenai jumlah warga miskin. Persoalannya masih banyak warga miskin yang hingga saat ini, mengaku tidak tercover dalam daftar warga miskin penerima jatah Rastis bantuan Pemkot Tegal yang dibiayai APBD tersebut.
“Anggarannya sudah ditambahi melalui APBD Ubahan, kok masih tetap memakai beras kwalitas 2 yang mutunya jelek dan tidak layak konsumsi. Seharusnya Dinas terkait bisa mengukur kemampuan keuangan, dengan merencanakan pembelanjaan beras yang berkwalitas lumayan, tdak seperti sekarang yang kelihatan banyak benda asing, menir jagung dan berbau apak,” jelas Edi.
Sebelumnya, Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, H Sumito SIP pernah menyampaiakan, bahwa anggaran untuk pembelian beras untuk program Rastis itu, tetap tidak mencukupi untuk pembelian beras kwalitas 1. Menurutnya, beras jenis IR 64 kwalitas 1 yang diinginkan sesuai kontrak kerja awal saat itu harganya melambung sampai Rp 7000 lebih per kilogramnya. Sedangkan alokasi anggaran yang tersedia hanya Rp 6.500 per kilogramnya.
“Sebagai antisipasi ketiadaan pembagian rastis tahap ketiga di tahun 2010, kami berinisiatif merubah spesifikasi dari kwalitas 1 menjadi kwalitas 2, setelah mendapatkan eskalasi harga dari Balai Pusat Statistik (BPS). Jadi beras gratis yang kami bagikan saat ini adalah kwalitas 2,” tandas Sumito.