Buntut Kecelakaan Maut, Petugas Jaga Lintasan KA Dibina Intensif
JAY-Riyanto Jayeng
Kamis, 06/01/2011, 21:10:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Menyusul terjadinya kecelakaan maut di perlintasan Kerata Api (KA) Tirus, Kota Tegal, Jawa Tengah belum lama ini, seluruh petugas jaga lintasan (PJL) KA dibawah naungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tegal, mendapat pembinaan intensif, Kamis 06 Januari 2011.

Kepala Dishubkominfo Kota Tegal, Drs. Khaerul Huda dalam pernyataannya mengatakan, pembinaan lebih intensif itu dilakukan agar PJL tetap waspada dan siaga dalam menjalankan tugasnya, mengingat kecelakaan di perlintasan KA Tirus belum lama ini disebabkan oleh keteledoran petugas jaga.
Khaerul menegaskan, kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan KA Tirus harus menjadi peringatan bagi PJL yang beraada dibawah naungan Dishubkominfo. Menurut Khaerul, sebenarnya tiap hari Senin semua PJL beserta staf dan karyawan Dishubkominfo lainnya mendapat pembinaan rutin. Akan tetapi dengan tidak ada salahnya jika Dishubkominfo lebih mengintesifkan pembinaan kepada PJL, sebab tugas PJL ini bersinggungan langsung dengan masyarakat.
“Lebih baik dimarahi masyarakat gara-gara menutup pintu lintasan lebih awal dari terlambat menutup pintu lintasan yang berujung kecelakaan fatal,” kata Khaerul.

Sebelumnya, Khaerul menyatakan ada PJL yang terpaksa dimutasi ke perlintasan sebelah selatan yang arus lalu lintas kereta apinya tidak rutin. Pemutasian itu dikarenakan PJL bersangkutan terlambat menutup palang pintu.
Khaerul menambahakan, di Kota Tegal terdapat 19 perlintasan Kereta Api, 3 diantaranya perlintasan under pass,  4 berpalang pintu otomatis dan dijaga petugas dari  PT Kereta Api Indonesia. Sedangkan 12 perlintasan lainnya dijaga PJL dibawah nauangan Dishubkominfo Kota Tegal. Untuk jumlah PJL saat ini mencapai 95 orang lebih dengan sistim kerja 3 shif  untuk masing-masing perlintasan.