25 Hektar Tanaman Padi Rusak Diterjang Banjir Bandang Sungai Keruh
ZM-Zaenal Muttaqin
Senin, 03/01/2011, 16:22:00 WIB

Ilustrasi tanaman padi yang rusak akibat diterjang banjir.

PanturaNews (Brebes) - Tanaman padi seluas 25 hektar di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Berebes, Jawa Tengah, rusak diterjang banjir bandang Sungai Keruh. Kerugian akibat bencana itu diperkirakan mencapai Rp 250 juta lebih.

Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Dewi Ratih Desa Plompong, Nazarudin, Senin 03 Desember 2011 mengatakan, tanaman padi yang rusah berada di pinggiran Sungai Keruh, tepanya di Dukuh Karanggedang, Gukuh Gokkenang, Dukuh Karangmangu dan Dukuh Kedungbenter.

"Ada sekitar 25 hektar tanaman padi yang rusak diterjang banjir bandang sungai pada Minggu 02 Januari 2011 sekitar pukul 19.00 WIB," tutur Nazarudin.

Menurut Nazarudin, banjir bandang kiriman dari daerah hulu Sungai Keruh itu merusak tanaman padi usia dua bulan dan mendekati berbunga. Sehingga para petani menderita kerugian materi yang cukup besar. "Kerugian materi bisa mencapai Rp 250 juta, belum lagi kerugian rusaknya lahan yang membutuhkan biaya perbaikan," ujarnya.

Dikatakan, selain merusak tanaman padi, banjir bandang Sungai Keruh juga merusak saluran irigasi. Sebagian saluran irigasi juga rusak diterjang banjir bandang.

Sementara Kepala Desa Plompong, Ikhya Ulumudin SPdI ketika ditemui membenarkan bencana banjir bandang yang merusak tanaman padi petani itu. Menurutnya, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Camat Sirampog untuk dilanjutkan ke Pemkab Brebes. "Sudah kami laporkan dan kami berharap ada perhatian dari Pemkab atas musibah bencana alam ini," ujarnya.

Dia menjeleaskan, petani pemilik lahan tanaman yang rusak sangat merugi dengan bencana itu. Bahkan petani dan warga Desa Plompong umumnya telah mengalami kesulitan transportasi akibat putusnya Jembatan Plompong beberapa waktu lalu. "Masalah jembatan putus belum ada penanganan, kini petani merugi dengan adanya banjir bandang," pungkas Ikhya.