![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Mengawali tahun 2011, perjalanan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI, Prof. DR. M Nuh DEA, mengakui sedang mengalami perjalanan di hari-hari yang khusus. Diantaranya dengan menghadiri Forum Silaturahmi Hafidz dan Hafidzoh di Pondok Pesantren Al Falah Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 02 Januari 2011 siang.
Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan salam dari Presiden RI kepada para hafid dan hafidzoh serta ucapan selamat tahun baru 2011. “Sebelum saya melakukan kegiatan safari ke Kuningan, Cirebon, dan Brebes untuk menemui para hafidz dan hafizoh, saya sempatkan ketemu Presiden. Saya tawarkan barangkali presiden akan titip pesan, dan ternyata beliau titip dua pesan tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, M Nuh menjawab salah satu kegelisahan yang disampaikan Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro, SH, MSi yang mewakili para guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Brebes.
M. Nuh mengatakan, bahwa guru tidak boleh berorientasi pada finansial dalam melakukan tugas mengajar. “Guru, tidak boleh niat mengajarnya karena di bayar, jika demikian bukan guru namanya,” ujarnya.
Namun, kata M Nuh, pemerintah pusat, Pemkab ataupun yayasan harus bisa memberi “pupuk” agar semangat guru tetap terjaga.
Pengangkatan guru tidak tetap ada mekanisme yang harus ditempuh. Misalnya, pengangkatan minimalnya bagi guru yang sudah menempuh sarjana atau minimalnya D4. Selain itu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah tempat mereka tinggal.
“Untuk saat ini guru di Indonesia sudah melebihi kuota. Hanya saja pendistribusiannya belum merata. Namun pengangkatan mereka masih tetap dalam pertimbangan kementrian pendidikan nasional,” ungkap M Nuh.