Warga Nahdliyin Patut Mengenang dan Mendoakan Almarhum Gus Dur
JAY-Riyanto Jayeng
Senin, 27/12/2010, 00:53:00 WIB

Pengurus DPC PKB Kota Tegal, Anshori Azizi. (FT: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Masyarakat Indonesia yang beragama Islam khususnya dari kalangan nahdliyin (warga Nahdatul Ulama), sangat disarankan mengenang dan mendoakan almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Demikian disampaikan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tegal, Anshori Azizi, Minggu 26 Desember 2010.

Menurut Anshori, Gus Dur semasa hidupnya tidak hanya ditokohkan di kalangan umat Islam saja, akan tetapi kharismatik Gus Dur menjamah ke berbagai elemen masyarakat yang berlatar belakang kultur, sosial dan agama yang berbeda-beda.

Secara khusus, dirinya atas nama DPC PKB Kota Tegal menyampaikan salut dan terima kasih kepada warga nelayan dan bakul ikan Kelurahan Tegalsari, yang mampu melaksanakan khaul  wafatnya Gus Dur.

“Bagi warga nahdliyin, sudah sepantasnya pada peringatan khaul wafatnya Gus Dur kali ini untuk mendoakan. Tidak cukup hanya dengan mengenang, tetapi melanjutkan perjuangan dalam membesarkan Nahdatul Ulama (NU) dan melaksanakan segala fatwa agama yang dirilisnya. Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh multi cultural yang bisa diterima dimana saja dan oleh siapa saja,” kata Anshori.

Di sisi lain Anshori mengatakan, bagi warga PKB hendaknya tetap istiqomah dalam menyikapi dan meneladani pelajaran-pelajaran yang disampaikan Gus Dur. Alasannya sederhana saja, Gus Dur adalah pencetus dan pendiri PKB. Tidak ada salahnya jika warga PKB saat ini masih mengikuti dan menjalani petuah-petuah Gus Dur.

“Gus Dur itu yang mendirikan dan membesarkan PKB, tidak seperti saat ini banyak orang yang justru cenderung hidup dari PKB. Terbukti sekali pada Pemilu 1999 PKB dengan Gus Dur menempati posisi ke 3 secara nasional, namun pada pemilu 2009 lalu, PKB tanpa Gus Dur justru menurun drastis suaranya. Harapan saya, melalui khaul ini, warga PKB Kota Tegal bisa saling mengerti, jangan ada lagi polemik yang justru merugikan partai. Biarkan saja permasalahan Mukatamar menjadi urusan pusat. Sebab bagi kami di daerah, PKB ya cuma satu, tidak ada PKB Cak Imin atau PKB Gus Dur, yang ada PKB yang sah menurut hukum dapat mengikuti Pemilu,”  tegasnya.

Ditambahkan, dirinya sangat berharap  agenda islah dan rekonsiliasi nasional di internal PKB segera terwujud sehingga dapat menjadi kekuatan dan memenangi pemilu 2014.  Sementara, Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE dalam sambutan singkatnya pada acara Khaul I Gus Dur yang dilaksanakan di pertigaan  Jalan Piere Tendean (jalur lingkar utara) Kota Tegal, Minggu 26 Desember 2010 pukul 20.30 WIB, mengatakan, jasa Gus Dur terhadap kaum nelayan sangat besar. Sebab, adanya menteri kelautan di Indonesia adalah semenjak era pemerintahan Gus Dur.

“Gus Dur sangat konsen dengan konsep NKRI, untuk itulah kemudian beliau mengadakan Menteri Kelautan guna menjaga keutuhan NKRI. NKRI adalah harga mati, siapapun yang hendak mencabik NKRI maka akan dilibas. Marilah kita kenang jasa Gus Dur dan mendoakan serta melanjutkan perjuangannya dalam menenegakan kebenaran di dunia,” tandas Habib.