![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sebuah rumah hancur setelah tertimpa longsor di Dukuh Kosambi RT 04 RW 07 Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Longsor yang terjadi Rabu 22 Desember 2010 sekitar pukul 19.00 WIB itu, mengakibatkan enam orang yang berada di dalam rumah tersebut, terluka dan salah satu diantaranya luka parah.
Korban yang mengalami luka parah adalah Sulkim (37), yang kini menjalani perawatan di RS di Purwokerto setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Bantarkawung. Sementara korban lain mengalami luka ringan antara lain, Sutaryo (37), Darwati (35), Bayu (12), Dea (12), Linda (16) dan Darwini (34).
Salah satu korban, Sutaryo, Kamis 23 Desember 2010 sore menuturkan, malam itu dirinya bersama korban lainnya tengah berada didalam rumah milik Kastoni (75) saudaranya itu. Saat itu tengah terjadi hujan lebat dan aliran listrik juga padam. Tiba-tiba benteng atau talud pengaman tebing rumah yang ada disamping runtuh dan menimpa rumah.
"Sebelumnya tak ada tanda-tanda, langsung saja longsor dan menimpa rumah dan kami yang ada di dalamnya," katanya.
Talud yang longsor merupakan pengaman tebing yang ada di samping, dan diatasnya juga ada bangunan rumah lainnya. Talud pengaman rumah yang disamping itu ambrol dan menimpa rumah di bawahnya hingga ambruk. "Kami yang berada di dalam rumah itu tertimpa talud yang longsor dan rumah yang ambruk, " kata Sutaryo.
Sementara itu, pemilik rumah, Kastoni dan istrinya Suhama (65) saat itu tengah berada di depan rumah dan baru akan masuk ke dalam tapi tiba-tiba rumahnya ambruk, sehingga keduanya selamat tidak mengalami cidera.
Kepala Desa Jipang, Ahmad Riyadi SAg membenarkan kejadian itu. Menurutnya, rumah dengan kontruksi kayu dan atap genting yang ambruk rata dengan tanah akibat tertimpa talud yang longsor, merupakan milik warga tidak mampu.
"Kejadian sudah kami laporkan ke Camat Bantarkawung untuk diteruskan ke Bupati Brebes. Pemilik rumah dan korban lainnya juga warga tidak mampu, dan diharapkan ada bantuan untuk meringankan penderitaanya," harap Ahmad.