Para Penyandang Cacat Usulkan Pelatihan Ketrampilan Kerja
JAY-Riyanto Jayeng
Senin, 13/12/2010, 18:01:00 WIB

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Kusnendro ST. (FT: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sebagian warga penyandang cacat Kota Tegal, Jawa Tengah, menilai kebijakan program pelatihan kerja yang diselenggarakan Pemkot Tegal belum mengakomodir seluruh lapisan masyarakat. Pemkot diminta membuka program pelatihan ketrampilan kerja bagi penyandang cacat.

Demikian salah satu usulan yang disampaikan warga dalam jarring aspirasi masyarakat agenda reses anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Kusnendro ST, Minggu 12 Desember 2010 di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Dalam reses itu, warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Deni (39), mengatakan, pihaknya selaku warga Kota Tegal cukup bangga dengan langkah Pemkot, untuk mengurangi angka pengangguran. Bahkan dalam satu tahun terakhir ini, Pemkot banyak melakukan rekrutmen tenaga kerja (Naker), baik yang diberangkatkan ke Jawa atau luar Jawa.

Berbagai pelatihan juga telah dilaksanakan, mulai dari tata boga, sablon dan yang lainnya. Namun sayangnya semua program tersebut hanya untuk warga yang memiliki anggota tubuh normal, sedangkan bagi warga yang kurang beruntung. Karena ada anggota badan yang tak sempurna atau cacat, sampai saat ini kurang mendapat perhatian.

"Kami minta ada perhatain soal nasib orang cacat, mereka juga warga Kota Tegal. Sehingga sudah selayaknya mendapatkan pelatihan, agar mereka bisa mandiri. Kami yakin, kalau ada. Maka mereka sangat antusias, dan akan memanfaatkan moment pelatihan dengan sebaik mungkin," kata Deni.

Menyikapi pertanyaan tersebut, Kusnendro ST menyatakan, ini merupakan usulan yang bagus, dan harus ditindak lanjuti. Sehingga setelah kembali aktif, pihaknya akan berkoordinasi dengan teman-teman Komisi II untuk membahas soal usulan atau program pelatihan bagi warga Kota Tegal yang cacat. Soal bentuknya, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dalam hal ini Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran). Sehingga pada tahun 2011, bisa dilaksanakan kegiatan atau pelatihan bagi warga cacat.

"Karena ini usulan yang bagus, maka akan kami perjuangan. Dan kami juga minta Dinsisnakertrans bisa menindak lanjuti, dengan mewuijudkan atau melaksanakan program pelatihan bagi warga Kota Tegal yang cacat," ujar Kusnendro.

Secara terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, Sumito SIP mengungkapkan, sebenarnya Pemkot telah memperhatikan warga Kota Tegal yang cacat, buktinya pada tahun ini pihaknya juga telah melakukan kegiatan atau pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu. Pasca pelatihan, mereka juga mendapat alat bantu. Sehingga adanya anggapan, kalau orang cacat merasa dianaktirikan kurang tepat. Tapi secara prinsip, pihaknya sangat menghargai usulan tersebut.

"Selain melakukan pelatihan bagi warga yang normal, kami secara rutin juga melaksanakan pelatihan bagi warga yang cacat. Kegiatan ini juga akan kami laksanakan pada tahun 2011, tapi dengan jenis ketrampilan yang mungkin berbeda," tandas Sumito.