![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Penanganan Rob di kawasan pesisir pantai utara (Pantura) Kota Tegal, Jawa Tengah dinilai belum maksimal. Hal itu dibuktikan dengan masih seringnya sebagian wilayah utara Kota Tegal terendam rob.
Pernyataan yang disampaikan warga itu mencuat dalam gelar jaring aspirasi masyarakat anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Teguh Iman Santoso SH, Minggu 12 Desember 2010 di halaman Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
Kartono, warga RT 07 RW 10 Kelurahan Mintaragen, mengkritisi upaya Pemkot Tegal dalam menangani Rob yang dinilai masih setengah-setengah. Pihaknya minta agar Pemkot lebih serius dan memprioritaskan penanganan Rob sebagai kegiatan yang diutamakan.
“Kami seluruh warga yang berada di kawasan pesisir sangat berharap adanya keseriusan pemerintah dalam menangani Rob,” kata Kartono.
Hal senada disampaikan warga Kelurahan Kejambon, Supardi. Menurutnya, untuk meminimalisir bencana Rob yang sering melanda pemukiman penduduk di kawasan pesisir, Pemkot perlu membuat tanggul di bibir pantai yang membujur dari ujung barat ke timur.
“Seperti di kawasan pantai Ancol, bisa meminimalisir Rob maka harus dibuatkan tanggul yang membujur di sepanjang bibir pantai,” kata Supardi.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Demokrat, Teguh Iman Santoso SH mengatakan, permasalahan Rob erat kaitannya dengan kondisi dan struktur tanah yang lebih rendah dari garis pantai. Akan tetapi, Pemkot Tegal dinilai sudah sangat serius dalam upayanya mengatasi banjir akibat Rob. Hal itu dibuktikan dengan pembuatan 10 titik pintu air di Kali Anyar yang masuk wilayah Kelurahan Mintaragen.
“Pemkot Tegal sudah sangat serius mengupayakan penanganan bencana Rob. Dalam tahun anggaran 2011 sudah dimunculkan dana yang tidak sedikit untuk mangatasi problem bencana Rob. Lagipula, dalam tahun anggaran 2010, Pemkot Tegal juga sudah mengatasinya dengan membuat 10 titik pintu air di sepanjang Kali Anyar. Semua kegiatan itu dimaksudkan untuk mengatasi bencana Rob,” kata Teguh.
Lebih jauh Teguh menjelaskan, keluhan masyarakat lain terkait lampunisasi jalan umum juga sudah terjawab sebab dalam tahun anggaran 2011 sudah tercover anggaran untuk 2 titik pal listrik di Jalan Halmahera. “ Semua saran dan masukan dalam jarring aspirasi ini akan kami pelajari dan hasilnya akan kami sampaikan kepada masing-masing Komisi yang membidanginya,” tandas Teguh.