![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, harus jeli dan mahir menggali potensi pendapatan asli daerah sendiri (PADs) untuk menghindari ketergantungan dana dari pemerintah pusat.
Demikian pendapat akhir Fraksi PKB terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Tegal 2011 yang dibacakan Heri Kuntoro dalam rapat Paripurna DPRD di gedung Adipura, Balaikota Tegal, Senin 06 Desember 2010.
Sementara, anggota Fraksi PKB DPRD Kota Tegal, Heri Budiman mengatakan, Fraksi PKB menginginkan agar Pemkot Tegal tidak selalu tergantung dari dana APBN, melalui dana perimbangan yang besarnya mencapai ratusan milyar.
“Untuk itu perlu dipikirkan guna menggali potensi PAD lebih mendalam dan banyak lagi,” kata Heri.
Menurut Heri, jika dicermati, RAPBD Kota Tegal 2011 masih didominasi dana yang bersumber dari APBN, yang merupakan dana perimbangan sebesar Rp 312.195.516.000 dari total pendapatan yang direncanakan sebesar Rp 440.674.344.
“Hampir 70 persen angka pendapatan yang terkover dalam RAPBD 2011, didominasi dari sumber pusat,” ujarnya.
Selanjutnya Fraksi PKB menghimbau agar Pemkot Tegal melakukan pembenahan system administrasi pengelolaan keuangan daerah, sebab disinyalir masih banyak pendapatan yang bocor. Hal tersebut sangat perlu dilakukan guna memulai intensifikasi potensi pendapatan daerah.
“Perlunya pemanfaatan kemampuan keuangan daerah, agar lebih terarah dan berorientasi terhadap kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” tandas Heri.