Brebes Masih Kering Kegiatan Ilmiah dan Penulisan Buku
KN-Kuntoro
Senin, 06/12/2010, 07:55:00 WIB

Wakil Bupati Brebes, H Agung Widiyantoro (tengah) saat menjadi nara sumber launcing buku karya K. H. Soleh Muhammad Basalamah (kiri) dengan moderator Drs. Atmo Tan Sidik (kiri) di Jatibarang. (FT: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Tradisi menulis bagi masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terbilang kering. Selain disebabkan oleh kultur masyarakatnya, sedikitnya tulis menulis juga disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat. Selain itu, Brebes juga masih kering dari kegiatan ilmiah.

"Saya berani taruhan, dari 1,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Brebes, sebutkan 17 orang saja yang sudah menulis buku. Kalau ada yang bisa menyebut, saya kasih Rp 1 juta," tantang Kabag Humas Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik kepada audiens saat menjadi moderator Launching Buku ‘Sebaiknya Anda Tahu’ karya K. H. Sholeh Muhammad Basalamah di Ponpes Darussalam, Jatibarang, Minggu 05 Desember 2010.

Tantangan bernada sindiran dan ajakan tersebut, disahuti audiens dengan berpikir serius mencoba menebak-nebak. "Ini serius yang bisa langsung saya kasih Rp 1 juta," tantang Atmo lagi.

Tidak adanya respon dari audiens tersebut, bisa jadi pembenaran memang sulit untuk menemukan penulis buku asal Kabupaten Brebes. Hal ini juga diakui oleh Wakil Bupati Brebes, H Agung Widiyantoro SH MSi. "Brebes memang masih kering dari kegiatan ilmiah dan penulisan," kata Agung.

Karenanya, lanjut Agung, Pemkab Brebes akan terus melakukan upaya untuk mendukung terciptanya produktivitas di dunia tulis menulis. "Kita akan rangsang agar masyarakat rajin penulis, selain akan diberi penghargaan dengan memfasilitasi launching dan memasukan ke perpustaksaan daerah, bentuk rangsangan lain akan kita bicarakan nanti," ujarnya.

Sementara itu, K. H. Soleh Muhammad Basalamah, penulis buku ‘Sebaiknya Anda Tahu’ menuturkan bahwa dengan diterbitkannya buku tersebut, ia berharap dapat memberikan wawasan yang luas tentang Islam kepada masyarakat.

“Islam itu luas dan luwes, selama ini terjadi tuding menuding antar kelompok karena sangat minimnya pengetahuan dan wawasan mereka tentang Islam,” tutur Kyai Soleh yang juga Pengasuh Pon-Pes Darussalam, Jatibarang, Brebes.