![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Dengan anggaran swadaya murni, masyarakat Desa Siwuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengerjakan pelebaran saluran air yang membentang sepanjang 2 kilometer antara Desa Siwuluh dan Desa Bangsri. Proyek pelebaran irigasi itu menghabiskan dana Rp 16 juta, dari swadaya Rp 10 ribu per rumah.
Pekerjaan yang digarap selama tiga hari tersebut, dimulai sejak Kamis 02 Desember 2010. Dengan menggunakan mesin keruk (bego-red) pinjaman dari Dinas Pengairan Kabupaten Brebes, pelebaran saluran irigasi pembuangan air Desa Siwuluh selesai dalam waktu yang cukup singkat.
Sarwadi (55), warga Desa Siwuluh RT 04/01, mengaku selama lima tahun desanya selalu dilanda banjir. Itu karena pembuangan air tidak sempurna akibat dangkal dan menyempit, air membanjiri pemukiman dan area persawahan bawang merah.
“Karena sawah-sawah kami direndam air, otomatis hasil panen jadi merugi. Dan tidak sedikit yang gagal panen seperti musim tanam kedua bulan lalu, akibat banjir yang merendam sawah kami,” tutur Sarwadi, Sabtu 04 Desember 2010 di lokasi proyek pelebaran saluran irigasi.
Dengan dilebarkannya saluran irigasi tersebut, diharapkan air buangan bisa mengalir sesuai jalurnya dan tidak merendam sawah milik warga.
Ketua Panita pelaksana kegiatan, Sodikin (52) menjelaskan bahwa rencana pelebaran saluran irigasi sebenarnya sudah sejak lama, namun baru dapat terealisasi saat ini. Hal tersebut, karena selama ini harapannya pihak pemerintah Kabupaten Brebes membantu persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Siwuluh.
“Selama ini belum ada indikasi dari pihak pemerintah membantu memecahkan persoalan desa, sehingga akhirnya kami mengambil inisiatif bersama pihak desa dan didampingi LSM BMJP Kecamatan Bulakamba, melakukan tindakan pelebaran saluran irigasi dengan biaya swadaya,” ujar Sodikin.
Jika pelebaran saluran irigasi tidak segera dilakukan, lanjut Sodikin, dikhawatirkan air hujan akan merendam perswahan petani Desa Siwuluh. Warga sudah resah dengan banjir yang sering melanda desanya, dan area persawahan yang menjadi sector perekonomian.
Sementara itu, Ketua LSM BMJP Kecamatan Bulakamba, Mustofa (55) sangat mendukung kegiatan warga Desa Siwuluh, dan berharap menjadi contoh bagi desa lain dalam mengedapankan inisiatif membangun di lingkungan desanya.
“Jika pemerintah kabupaten lambat merespon keluhan masyarakat, maka masyarakat harus berani berinisiatif mengambil alih pelaksanaan pembangunan dengan cepat dan tepat,” tandas Mustofa.