![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Demokrasi harus diukur dari kesejahteraan masyarakatnya dan kebebasan berbicara yang tidak kebablasan. Kondusifitas juga harus berjalan sinergi dengan demokrasi. Demikian dituturkan Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro, SH, M.Si, dalam konferensi pers, Jumat 03 Desember 2010 di aula Sekretariat Daerah Brebes.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes membuka komunikasi seluas-luasnya untuk insan pers melakukan peliputan di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Bahkan pers diminta membantu pemerintah daerah dalam memaknai arti demokrasi. Untuk itu, Pemkab akan memegang prinsip dukungan dan kerja sama, dengan menjalin komunikasi dengan insan pers.
”Kami tidak akan pernah melarang media untuk menulis atau memberitakan tentang apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, tapi lebih bijak jika membantu pemkab dengan berita-berita yang konstruktif,” ujar Agung.
Sementara itu terkait dengan persiapan peringatan Hari Jadi Brebes ke 333 pada 18 Januari 2011 mendatang, Wakil Bupati Brebes dan jajarannya telah mempersiapkan beberapa kegiatan yang terangkum dalam rangkaian acara hari jadi tersebut. ”Dalam rangka menciptakan kebersihan di lngkungan Kabupaten Brebes, kami akan mengadakan lomba kebersihan hingga ke pelosok desa,” kata Agung.
Lomba kebersihan desa tersebut akan diseleksi di tingkat kecamatan, dan terakhir di tingkat kabupaten untuk menentukan juara pertama. Hal yang menarik, Agung secara pribadi juga membuka lomba dengan hadiah umroh gratis untuk penjaga masjid dan sekolah yang mampu menjaga kebersihan masjid atau sekolahnya.
”Jangan dilihat nilai hadiahnya, namun untuk meraih lompatan dengan membangun sistem di tingkat bawah agar kebersihan di lingkungan bawah dapat terlaksanakan dengan aik,” tandas Agung.