![]() |
|
|
TIM Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan audiensi bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruangan Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdikpora DIY dan dihadiri oleh empat anggota Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, yaitu Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, dan Ilham Ramadhan.
Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA secara keseluruhan terdiri atas lima mahasiswa, yakni Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo di bawah bimbingan dosen pendamping, Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk memperkenalkan program sekaligus membuka ruang kerja sama dengan pihak Disdikpora DIY dalam pengembangan dan perluasan manfaat program.

Audiensi dihadiri oleh tiga perwakilan Bidang PKLK Disdikpora DIY, yaitu Tri Haryani, S.E., M.M. selaku Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdikpora DIY, Isa Hariman, S.Kom. selaku Staf Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, serta Rizka Deviana Pratiwi, S.E. selaku Staf Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.
Pertemuan diawali dengan pengenalan Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA kepada pihak Disdikpora DIY. Tim kemudian menyampaikan latar belakang dan tujuan program yang berfokus pada optimalisasi kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui media pembelajaran berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan.
Pemaparan program juga mencakup rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan bersama SLB Bhakti Kencana 1 sebagai sekolah mitra. Pihak Disdikpora DIY diberikan gambaran mengenai proses pelaksanaan program dari tahap persiapan, pengembangan media, pelatihan guru, hingga implementasi pembelajaran.
Pemaparan dilanjutkan dengan pengenalan Papan Sasmita sebagai media pembelajaran utama dalam program SEKAR-AMARTA. Tim menjelaskan konsep, komponen, serta cara pemanfaatan media dalam mendukung pembelajaran peserta didik dengan disabilitas intelektual.

Papan Sasmita dikembangkan dengan mengintegrasikan unsur Pendidikan Khas Kejogjaan, ethnoscience, dan pendekatan smart-sensoric system agar materi pembelajaran dapat disampaikan melalui pengalaman yang lebih konkret dan multisensori.
Tim juga menjelaskan pengalaman implementasi media bersama peserta didik dan guru di SLB Bhakti Kencana 1. Pengenalan media tersebut menjadi bagian penting dalam audiensi untuk memberikan gambaran mengenai potensi pemanfaatan program di sekolah lain.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdikpora DIY, Tri Haryani, S.E., M.M., memberikan arahan mengenai peluang diseminasi dan replikasi program SEKAR-AMARTA di tingkat yang lebih luas.
"Program seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas karena pendekatan yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di sekolah luar biasa. Tim perlu menyiapkan pola diseminasi dan replikasi yang jelas agar program dapat diterapkan secara bertahap di SLB lain," ujarnya.
Arahan tersebut mengarah pada peluang pengembangan program untuk menjangkau 81 SLB di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihak Disdikpora DIY juga menekankan pentingnya penyesuaian program dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah dalam proses replikasi.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA untuk memperoleh masukan mengenai langkah pengembangan program setelah pelaksanaan di sekolah mitra. Tim memperoleh arahan untuk mempertimbangkan aspek kesiapan guru, kebutuhan media, mekanisme pendampingan, serta strategi implementasi ketika program diperluas ke sekolah lain.
Masukan tersebut menjadi bahan bagi tim dalam menyusun rencana diseminasi dan replikasi yang lebih terarah. Potensi perluasan program ke 81 SLB se-DIY juga membuka peluang agar pengalaman dan inovasi yang dikembangkan melalui SEKAR-AMARTA dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak peserta didik dengan disabilitas intelektual.
Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, menyampaikan bahwa audiensi dengan Disdikpora DIY menjadi salah satu langkah penting dalam mengembangkan keberlanjutan program.
"Kami sangat terbuka terhadap arahan dari Disdikpora DIY, terutama terkait bagaimana program ini dapat disebarluaskan dan direplikasi di sekolah lain. Masukan yang kami peroleh menjadi bahan evaluasi bagi tim agar SEKAR-AMARTA tidak berhenti pada satu sekolah mitra, tetapi dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan setiap SLB," ujarnya.
Audiensi bersama Disdikpora DIY menjadi salah satu langkah lanjutan Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA dalam memperluas dampak program setelah pelaksanaan di SLB Bhakti Kencana 1. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan program dan media Papan Sasmita, tetapi juga membuka pembahasan mengenai peluang diseminasi dan replikasi di lingkungan pendidikan khusus DIY.
Arahan dari Bidang PKLK Disdikpora DIY menjadi dasar bagi tim untuk mempersiapkan strategi pengembangan program yang lebih sistematis. SEKAR-AMARTA diharapkan dapat berkembang menjadi inovasi pembelajaran yang dapat diadaptasi oleh SLB lain di DIY sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi masing-masing sekolah.
