Aksi Bupati Brebes Jadi Model di Catwalk Jogja Fashion Week 2026 Promosikan Batik Salem Sukses Bius Penonton
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 16/08/2026, 13:07:40 WIB

PanturaNews (Yogyakarta) - Ada pemandangan spesial yang sukses mencuri perhatian para fashion enthusiast di ajang Jogja Fashion Week (JFW) 2026. 

Digelar meriah di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Sabtu malam (15/8/2026), sorot lampu panggung catwalk tidak hanya menyinari model-model profesional, tetapi juga sosok istimewa, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.

Bukan sekadar duduk manis di kursi tamu VIP, Paramitha membuat kejutan manis dengan melenggang percaya diri memperagakan busana rancangan kolaborasi Dekranasda Kabupaten Brebes dan desainer kondang tanah air, Defrico Audy.

Malam itu, sang Bupati tampil begitu anggun dalam balutan setelan bernuansa sogan khas Batik Salem, sebuah perpaduan warna cokelat dan hitam yang elegan.

Untuk memberi sentuhan modern dan edgy, busana tersebut dipadukan dengan aksen bordir motif bunga berwarna merah cerah dan marun yang bikin penampilannya makin standout!

Meski sempat merasa canggung, Paramitha sukses membius para penonton yang hadir.

"Sempat merasa deg-degan karena sudah cukup lama tidak tampil sebagai model. Tapi rasa bangga membawakan karya lokal Brebes jauh lebih besar!" ujar Paramitha sembari tersenyum usai penampilannya.

Sentuhan dingin Defrico Audy memang selalu berhasil menyulap motif tradisional menjadi sebuah mahakarya busana bernilai tinggi. Ini merupakan kali kedua sang desainer papan atas bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Brebes untuk mengarahkan para perajin lokal.

"Ini adalah tahap saya kedua kalinya bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Brebes di bawah pimpinan Bapak Asep Saeful dan di bawah pimpinan Ibu Paramitha sebagai Ibu Bupati," kata Defrico.

Defrico menjelaskan bahwa filosofi di balik penggunaan warna cerah pada Batik Salem kali ini sangat mendalam.

Warna Dasar: Menggunakan warna khas Brebes (sogan cokelat, tembaga, dan hitam).

Sentuhan Modern: Aksen bordir marun dan merah cerah agar tampilan lebih hidup.

Filosofi: Melambangkan transformasi dari kegelapan menuju cahaya, sebuah kebangkitan karya lokal yang siap menggebrak industri fashion.

"Istilah kasarnya, dari sesuatu yang 'mati suri', kini timbul ke permukaan dengan warna-warna cerah yang penuh energi," ungkap Defrico.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Fajar Ari Widiarso, menegaskan bahwa aksi catwalk ini bukan sekadar gaya-gayaan di panggung fashion. 

"Batik Salem adalah simbol kreativitas dan identitas masyarakat Salem, Kabupaten Brebes, yang siap mendunia," ungkap Fajar Ari Widiarso, yang turut hadir dalam gelaran JFW 2026 bersama Bupati Brebes dan Ketua Dekranasda Brebes, Akhmad Syaeful Ansori.

Sebagai langkah konkret jangka panjang, Dinbudpar Brebes telah merancang serangkaian lokakarya (workshop) desain fesyen bagi para perajin lokal pasca-penyelenggaraan JFW 2026. 

Langkah ini diambil mengingat industri fesyen merupakan satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang kini tengah diprioritaskan oleh Pemkab Brebes untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.