UHN Tegal Gelar Kuliah Umum Penguatan Layanan Kesehatan Primer, Tegaskan Kesehatan Adalah Hak Seluruh Warga
LAPORAN JOHARI
Jumat, 14/08/2026, 10:42:33 WIB
Diah S. Saminarsih (Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UHN sekaligus CEO & Founder CISDI).

PanturaNews (Tegal) — Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal menyelenggarakan Public Lecture Series bertajuk "People at the Center: Reimagining the Future of Primary Health Care in Indonesia" pada Kamis sore (13/08/2026) di Sport Center, Kampus Mataram, UHN Tegal.

Acara ini digelar untuk menjawab tantangan aksesibilitas layanan kesehatan yang masih sering dianggap hanya milik masyarakat berpenghasilan tinggi.

​Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Diah S. Saminarsih (Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UHN sekaligus CEO & Founder CISDI) serta Phuong N. Pham (Associate Professor di Harvard Medical School dan Harvard T.H. Chan School of Public Health).

Wakil Rektor I Gunawan Adib Achmadi, S.Pt., M.Pd., menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat serta berfokus pada pencegahan ketimbang sekadar pengobatan (curative).

​Dalam sambutannya, Adib menggarisbawahi tiga isu utama yang menjadi arah baru dunia medis.

​People at the Center: Orientasi pelayanan harus berpusat pada manusia. Kecanggihan fasilitas medis harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata melalui pelayanan yang mendengarkan, memahami, dan melibatkan warga.

​Re-imagining the Future: Pemanfaatan teknologi seperti rekam medis digital dan konsultasi jarak jauh harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengabdi kepada pelayanan masyarakat.

​Primary Health Care: Layanan kesehatan dimulai dari upaya pencegahan dini (preventif), bukan sekadar perawatan di rumah sakit. Edukasi, deteksi dini, dan peran aktif kader kesehatan desa menjadi fondasi utamanya.

​"Melalui Public Lecture tentang Primary Health Care ini diharapkan calon lulusan UHN tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki empati mendalam serta mumpuni dalam berkomunikasi dengan masyarakat," tegas Adib.

​Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UHN sekaligus CEO & Founder CISDI, Diah Saminarsih, menyoroti sejarah global kesehatan mulai dari Deklarasi Alma-Ata (1978), Sustainable Development Goals (SDGs 2015), hingga Deklarasi Astana (2018). 

Ia mengingatkan bahwa pengabaian terhadap layanan primer dapat berdampak fatal pada melonjaknya biaya kesehatan nasional.

​"Tanpa komitmen memperkuat layanan primer di tingkat dasar seperti Puskesmas, klinik pratama, dan kader desa, biaya pengobatan akan semakin mahal dan tidak terjangkau bagi mereka yang membutuhkan," jelas Diah.

Sebagai bentuk aksi nyata, UHN telah meluncurkan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL). Melalui program ini, mahasiswa dilatih dan diterjunkan langsung sebagai enumerator untuk mengumpulkan data kesehatan masyarakat guna memetakan kebutuhan riil di tingkat tapak.

​Sementara itu, Phuong N. Pham menambahkan bahwa perkembangan teknologi medis saat ini sangat membantu proses pemeriksaan dan pengobatan. 

Namun, ia menekankan agar modernisasi tersebut tetap dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terhalang kendala finansial.

​Di tengah tingginya biaya pengobatan teknologi tinggi, Primary Healthcare hadir sebagai solusi strategis untuk mendeteksi dan menangani penyakit sedini mungkin sebelum memburuk.

​Melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan komunitas ini, UHN Tegal menegaskan perannya dalam mencetak agen perubahan yang siap melayani seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.