Universitas Peradaban Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa: Hibah Teknologi, Hilirisasi, Dan Inovasi Produk Kopi Arabika
.
Kamis, 13/08/2026, 22:39:48 WIB

LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, kembali menggelar workshop pemberdayaan masyarakat di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu 29 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan dana sebesar Rp 150 juta dan telah memasuki tahun ketiga, dengan sasaran utama petani kopi arabika serta pemuda-pemudi Desa Sridadi yang berjumlah sekitar 40 peserta.

Workshop diisi dengan pemaparan materi seputar budi daya, pengolahan pascapanen, dan strategi hilirisasi kopi, dengan menghadirkan Catur Prasetyo Adhie, S.Pd., pemilik Utomo House Coffee and Roastery Purwokerto sekaligus juara 1 Jepara Brewers Championship (JBrC) 2022, sebagai narasumber.

Program PDB di Desa Sridadi berjalan secara bertahap sejak tahun pertama pada 2024, ketika Universitas Peradaban menghibahkan huller, pulper, dan green house kepada kelompok tani setempat. Pada tahun kedua, bantuan dilanjutkan berupa mesin roasting, penyangrai, mesin penggiling, dan timbangan.

Memasuki tahun ketiga ini, dukungan teknologi kembali ditambah dengan mesin pencuci kopi, oven pengering, alat sortasi, sealer kemasan, dan mesin espresso, sehingga rangkaian alat pengolahan kopi yang dimiliki mitra menjadi semakin lengkap dari hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Ketua Pengabdi, Assoc. Prof. Dr. Sutarmin, S.Si., M.M., menekankan bahwa ilmu pengetahuan menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Ia mencontohkan bahwa kopi yang semula hanya bernilai sekitar Rp10.000 per kilogram dalam bentuk hasil budi daya, dapat meningkat drastis menjadi sekitar Rp35.000 per 10 gram apabila diolah dengan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, S.H., turut menyampaikan bahwa program pendampingan ini berperan penting dalam mendorong perubahan status Desa Sridadi, dari sebelumnya termasuk kategori desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem, menjadi desa yang tengah menuju kemandirian ekonomi melalui inovasi produk kopi arabika di sisi hulu maupun hilir.

Desa Sridadi dipilih sebagai lokasi program karena kondisi geografisnya yang berada pada ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat mendukung pertumbuhan kopi arabika dibandingkan robusta. Ketua Kelompok Tani Berkah Abadi, Abdul Basir, menyebutkan bahwa Desa Sridadi merupakan penghasil kopi dengan produksi tertinggi di Kecamatan Sirampog.

Produksi kopi arabika desa ini biasanya mencapai sekitar 22 ton per musim, meski tahun ini produksi tercatat turun sekitar 40 persen akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi masa panen.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan sejumlah materi teknis yang relevan bagi petani, mulai dari teknik pemetikan hingga tahapan pascapanen. Ia menyarankan penggunaan metode petik tunda, yakni memanen hanya buah kopi yang benar-benar matang, dibandingkan metode petik rogol yang memetik seluruh buah tanpa memilah tingkat kematangan sehingga berisiko menyebabkan buah membusuk dan merusak batang pohon.

 Tahapan pascapanen yang disampaikan meliputi sortasi, pencucian, pengupasan kulit buah, fermentasi, hingga pengeringan sesuai standar kadar air, agar cita rasa dan mutu kopi tetap terjaga.

Narasumber juga memaparkan potensi nilai tambah ekonomi dari hilirisasi. Ia menyebutkan bahwa green bean full wash berkualitas baik dapat dihargai hingga sekitar Rp165.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga kopi ceri yang saat ini berkisar Rp10.000 per kilogram. Bahkan kulit kopi atau cascara, yang selama ini kerap menjadi limbah, memiliki nilai ekonomi tersendiri dengan harga jual sekitar Rp25.000 per kilogram.

Menurutnya, hilirisasi memberi manfaat berlapis: bagi petani berupa harga yang lebih baik dan pasar yang lebih luas, bagi pelaku UMKM berupa margin yang lebih tinggi lewat diversifikasi produk, serta bagi daerah berupa terbukanya lapangan pekerjaan dan berkembangnya potensi wisata kopi.

Potensi tersebut sejalan dengan tren industri kopi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kopi Indonesia sepanjang tahun 2024 tercatat sekitar 1,63 miliar dolar AS, meningkat 76,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren positif tersebut berlanjut hingga tahun ini, dengan nilai ekspor kopi dan produk turunannya secara kumulatif Januari Oktober 2025 mencapai sekitar 2,68 miliar dolar AS, tumbuh 46,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan hilirisasi di tingkat desa, seperti yang didorong lewat program PDB di Sridadi, sejalan dengan peluang pasar kopi olahan yang terus tumbuh baik di tingkat nasional maupun global.

Dengan bertambahnya fasilitas pengolahan dan bekal pengetahuan hilirisasi pada tahun ketiga ini, program PDB diharapkan mampu mendorong petani dan generasi muda Desa Sridadi untuk tidak lagi sekadar menjual kopi dalam bentuk ceri, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti green bean, roasted bean, hingga minuman kopi siap saji.

Sinergi antara transfer teknologi, edukasi teknis, dan pelibatan generasi muda dalam pemasaran digital diharapkan menjadikan Desa Sridadi sebagai salah satu sentra kopi arabika unggulan di wilayah Brebes Selatan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas pendanaan penuh program PDB tahun ketiga ini sebesar Rp150 juta. Terima kasih juga kepada Tim Pengabdi yang diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Sutarmin, S.Si., M.M., beserta anggota Dr. Undri Rastuti, S.Si., M.Si., Siti Badiatul Umroh, S.M., M.M.

Dan Ivan Akmal Nur, S.P., M.P.; kepada mahasiswa Meri Aguk Setiani, Ayu Uswatun Nazilah, Khairun Nisa Ambary, M. Febri Aimar, M. Hari Ramadhan, Salsa Maulidina, dan Zulfatun Ni'mah; serta kepada mitra Kelompok Tani Berkah Abadi dan Sirampog Estate atas kerja sama dan dukungan yang baik.