Dandim 0712/Tegal Resmikan Jembatan Gantung Garuda di Desa Gembongdadi. Permudah Akses Warga
LAPORAN JOHARI
Kamis, 13/08/2026, 13:59:05 WIB
Peresmian Jembatan Gantung Garuda di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

PanturaNews (Tegal) — Pembangunan infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal kembali menorehkan catatan positif. Dandim 0712/Tegal, Letnan Kolonel Infanteri Rachmat Ferdiantono, meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang terletak di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 13 Agustus 2026.

​Peresmian tersebut dilaksanakan secara serentak via Zoom live langsung bersama Presiden Republik Indonesia, yang turut meresmikan sebanyak 2.500 proyek jembatan lain di berbagai penjuru nusantara. Acara peresmian di lokasi dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi terkait, perangkat desa, serta warga setempat.

​Dandim 0712/Tegal menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud karya nyata kolaborasi antara TNI Angkatan Darat, pemangku kepentingan (stakeholder), dan partisipasi aktif warga desa.

"Alhamdulillah, pembangunan telah selesai dan hari ini kita ikuti peresmiaannya bersama Bapak Presiden. Semoga karya nyata bersama ini membawa manfaat besar, khususnya bagi warga Desa Gembongdadi untuk mempercepat akses infrastruktur perekonomian, memudahkan aktivitas sehari-hari, berbelanja, maupun bekerja," ujar Letkol Inf Rachmat Ferdiantono.

​Ia juga berpesan kepada seluruh elemen masyarakat agar saling menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Jembatan Gantung Garuda memiliki spesifikasi bentangan sepanjang 130 meter dengan lebar 1,2 meter. Proyek yang dikerjakan secara gotong royong oleh prajurit TNI AD bersama warga setempat ini menghabiskan anggaran sebesar Rp580 juta. Proses pengerjaan terbilang cepat, yakni diselesaikan dalam tenggat waktu kurang lebih satu bulan.

Sementara itu, Kepala Desa Gembongdadi, Karyoto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden RI, Dandim 0712/Tegal beserta jajaran, Dispermasdes, serta Dinas PUPR yang telah mengawal dan merealisasikan usulan jembatan di wilayahnya.

​Karyoto menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda ini menghubungkan Desa Gembongdadi dengan Desa Karangmulya. Sebelum jembatan ini berdiri, warga terpaksa melintasi akses jembatan lama milik Pabrik Gula (PG) Pangkah yang berada di sisi selatan, di mana kondisinya kini sudah mulai lapuk dan membahayakan.

​"Dulu warga harus memutar lewat jembatan milik PG yang kondisinya mulai lapuk. Dengan adanya Jembatan Gantung Garuda ini, jarak tempuh dan akses warga menjadi jauh lebih cepat dan singkat. Sekarang aktivitas warga sebagian besar beralih melewati jembatan baru ini," ungkap Karyoto.

​Terkait dengan pengelolaan dan pemeliharaan pascaperesmian, Pemerintah Desa Gembongdadi siap bertanggung jawab penuh. Pihak pemdes akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga desa untuk menyusun mekanisme perawatan agar jembatan tetap aman dan kokoh saat dilintasi masyarakat.