Cara Membuat Ecobrick : Mengubah Sampah Plastik Jadi Kursi & Papan Nama Desa
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 13/08/2026, 01:28:32 WIB

PanturaNews (Brebes) - Pemanfaatan limbah plastik menjadi ecobrick kini semakin diminati sebagai solusi praktis mengurai masalah sampah. 

Selain ramah lingkungan, ecobrick juga dapat diolah menjadi berbagai barang berguna, mulai dari perabot rumah tangga seperti kursi hingga instalasi papan nama desa.  

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mempraktikkan langsung inovasi ini di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. 

Mereka mengolah sampah plastik tak terpakai menjadi ecobrick dan menyusunnya hingga membentuk papan tulisan "RANCAWULUH" sebagai ikon desa.  

Representative KKN UMUS, Alfian Abu N.M., menyampaikan bahwa pembuatan ecobrick ini bertujuan untuk membiasakan warga mengelola limbah rumah tangga dengan cara yang kreatif.  

"Melalui kegiatan ecobrick ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik masih bisa dimanfaatkan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Pembuatan tulisan Desa Rancawuluh juga menjadi bentuk kreativitas sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan," ujar Alfian, Rabu 12 Agustus 2026.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba mengolah limbah plastik di rumah, berikut adalah tahapan dan cara membuat ecobrick hingga dapat dirangkai menjadi kursi atau papan nama desa:  

Pemilahan dan Pembersihan Sampah

Kumpulkan sampah plastik bersih dan kering, seperti kantong kresek, bungkus makanan ringan, atau label kemasan. Bersihkan sampah dari sisa makanan atau minyak agar tidak menimbulkan bau busuk atau jamur.  

Penyiapan Botol Plastik Bekas

Sediakan botol plastik bekas minuman dalam ukuran yang seragam (misalnya ukuran 600 ml) agar memudahkan saat penyusunan menjadi barang jadi. Pastikan kondisi botol sudah bersih dan kering secara menyeluruh.  

Pengisian dan Pemadatan Plastik

Masukkan sampah plastik yang telah dipilah ke dalam botol. Gunakan tongkat kayu atau pemadat untuk memadatkan sampah di dalam botol secara bertahap hingga botol terasa keras, padat, dan tidak mudah penyok saat ditekan.  

Perangkaian Menjadi Produk (Kursi & Papan Nama)

Setelah ecobrick terkumpul dalam jumlah cukup, rekatkan botol-botol tersebut menggunakan lem tembak, tali pengikat, atau semen:

Membuat Kursi: Susun botol secara melingkar atau persegi (biasanya membutuhkan 7–19 botol per unit), lalu rekatkan dan beri pelapis berupa kain atau busa di bagian atasnya.  

Membuat Papan Nama Desa: Susun botol sesuai bentuk pola huruf (seperti tulisan "RANCAWULUH") pada bingkai fondasi kayu atau semen hingga berdiri kokoh.  

Melalui teknik sederhana ini, ecobrick terbukti tidak hanya menekan jumlah sampah plastik yang terbuang ke lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai fungsi dan estetika baru bagi masyarakat.