![]() |
|
|
Dari Kebiasaan Hidup Sehat hingga Cita-Cita
SEKITAR 300 siswa SD Negeri Cimanggu 01, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mendapatkan kegiatan pembelajaran baru yang berbeda akhir Juli 2026 ini.
Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan di kelas dengan pemberian materi kurikulum sekolah pada dasarnya, kini diajak untuk bisa mengekspresikan dan merefleksikan cita-cita secara lebih, melalui berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-T Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 20, 21, 28, dan 30 Juli 2026 ini merupakan bagian dari salah satu program yang dibangun oleh mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University di Desa Cimanggu 1. Sebanyak delapan orang mahasiswa ikut turun langsung dan terlibat pada pelaksanaan program pendidikan SDN Cimanggu 01 yang menyasar pada kelas 3 hingga kelas 6.
Empat topik utama yang diangkat merupakan hasil dari penyesuaian yang dibutuhkan oleh siswa sekolah dasar yang kemudian dikemas melalui aktivitas menyenangkan sebagai bahan pembelajaran yang mudah dipahami dan direalisasikan, yaitu kesehatan diri, kebersihan lingkungan, pencegahan perundungan, serta perencanaan masa depan.
-Mengenal Hidup Sehat dari Kebiasaan Hidup Sehari-hari
Rangkaian kegiatan pertama yang dilaksanakan pada Senin (20/7) adalah mengenali kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri bersama para siswa kelas 3A, 3B, dan 3C SDN Cimanggu 01.

Para siswa diperkenalkan kembali pada beberapa kebiasaan sehat sederhana seperti pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengkonsumsi makan-makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih, hingga mandi secara teratur.
Materi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada pemahaman sejenak di dalam kelas, mahasiswa juga memberikan lembar berisikan komitmen pada masing-masing siswa yang dapat mereka warnai dan hias sebagai tanda semangat dalam membangun kebiasaan baik dari hal-hal yang paling sederhana. Lembar tersebut dapat dibawa pulang oleh para siswa sebagai pengingat dalam penerapan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sehari-hari.
Dalam kegiatan ini, orang tua juga diharapkan dapat mengambil peran dalam mendampingi pengisian lembar komitmen pada setiap langkah kebiasaan hidup sehat anak yang berhasil dilakukan dalam waktu seminggu penuh.
Hingga kegiatan berakhir, penerapan dari program yang diberikan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak untuk membangun kebiasaan baik dalam hidup sejak usia sekolah.

-Mengenal Sampah melalui Kegiatan Kelompok
Sehari berselang, Selasa (21/7), kini siswa kelas 4A dan 4B SDN Cimanggu 01 mendapat giliran dalam kegiatan pembelajaran mengenai topik kebersihan lingkungan.
Pada pelaksanaan kegiatan kali ini, para mahasiswa yang berperan tidak hanya menyampaikan materi dasar mengenai berbagai jenis-jenis sampah tetapi mengajak langsung para siswa dalam permainan edukatif, dimana setiap kelompok mendapatkan berbagai macam sampah yang harus mereka masukkan kedalam kategori yang sesuai dengan pembelajaran materi yang telah disampaikan sebelumnya.
Setelah kegiatan aksi kelompok berlangsung, siswa diminta dapat mempresentasikan hasil pengelompokkan sampah yang telah mereka kerjakan di depan kelas. Aktivitas tersebut tidak hanya memperkenalkan kepada mereka dasar pengelolaan sampah, tetapi juga melatih keterampilan, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan pendapat.
Dengan aksi kecil dari pembelajaran mengenai lingkungan ini, siswa dapat lebih mengenal betapa pentingnya pengelolaan sampah yang baik bahkan dari sekecil sampah yang mereka temui sehari-hari.
-Mencegah Bullying dan Menerapkan Sikap Berempati
Topik berikutnya adalah pencegahan perundungan yang dilaksanakan pada Selasa (28/7). Pada topik kali ini, Kelas 5A dan 5B SDN Cimanggu 01 mendapatkan giliran dalam topik yang seringkali dekat dengan kehidupan anak-anak tingkat sekolah.
Kegiatan belajar diawali dengan pemutaran video animasi mengenai ilustrasi situasi perundungan. Pada tayangan tersebut, para siswa diminta untuk memperhatikan setiap detail alur cerita dari awal hingga akhir sebagai bahan dalam diskusi mereka mengenai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perundungan.
Setelah selesai menyaksikan tayangan animasi perundungan yang telah diberikan, para siswa kini memasuki sesi interaktif, dimana mereka harus bisa membedakan berbagai jenis perundungan, mulai dari bullying secara verbal dan fisik, perundungan sosial, hingga perundungan siberyang seringkali dapat ditemui pada ruang digital atau media sosial.
Mahasiswa juga mengajak para siswa dalam melihat persoalan perundungan dari sudut pandang korban. Mereka didorong untuk dapat memahami bahwa beberapa perkataan dan perilaku yang seringkali mereka anggap sebagai bahan candaan dapat memiliki dampak yang berbeda bagi orang lain.
Melalui pembelajaran tersebut, para siswa juga diajak untuk bisa membangun rasa empati, saling menghargai, serta saling memahami dalam berani mengambil sikap ketika melihat perundungan terjadi di depan mata dan lingkungan sekitar.
-Menyusun Pohon Cita-Cita sebagai Langkah menuju Masa Depan
Rangkaian kegiatan terakhir ditutup dengan topik bertajuk misi masa depan bersama siswa kelas 6A dan 6B SDN Cimanggu 01 pada Kamis (30/7).
Berbeda dengan tiga materi yang sebelumnya diberikan, pada sesi pembelajaran kali ini, para siswa diajak untuk melihat lebih jauh ke depan dengan mengenali cita-cita dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut.
Mahasiswa mengajak berdiskusi dengan para siswa kelas 6A dan 6B mengenai berbagai profesi dan alasan seseorang ingin menjadi sesuatu di masa depan. Pada sesi diskusi ini, banyak dari para siswa mengetahui apa yang ingin mereka capai di kemudian hari dan alasan di dalamnya.
Setelah berlangsungnya sesi diskusi dalam mengenalkan berbagai profesi kepada para siswa, kini rangkaian kegiatan yang berlangsung adalah menyusun pohon cita-cita mereka dengan menempelkan buah apel harapan yang berisikan nama, keinginan di masa depan, dan apa yang menjadi alasan keinginan itu ada dan ingin dicapai.
Kegiatan tersebut tentunya dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk bisa mengekspresikan lebih mengenai keinginan mereka di masa depan sekaligus dalam memahami bahwa cita-cita tidak cukup hanya menjadi sebuah keinginan. Diperlukan berbagai proses panjang, dari belajar, usaha, ketekunan, keberanian, hingga komitmen untuk terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, pendidikan tidak hanya dikenalkan sebagai kewajiban yang harus mereka ikuti setiap hari, tetapi juga sebagai bekal penting dalam membuka banyak nya pintu peluang kesuksesan di masa yang akan datang.
Ketua Tim KKN-T Inovasi IPB Desa Cimanggu 1, Gafin Khalifa Nalya, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan pada saat penyerahan kenang-kenangan kepada pihak SDN Cimanggu 01 dalam kegiatan penutupan yang berlangsung pada Senin (3/8 ).
“Kami berharap program ini dapat memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi siswa-siswi SDN Cimanggu 1. Materi yang kami bawakan merupakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi belum tentu mereka peroleh dalam pembelajaran rutin di sekolah. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Pihak SDN Cimanggu 1 juga memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pendekatan yang memadukan permainan, diskusi, media visual, dan aktivitas reflektif dinilai mampu membuat siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran.
Bagi para Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Desa Cimanggu 1, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari terlaksananya program di Desa Cimanggu 1, tetapi juga sebagai upaya dalam menghadirkan pembelajaran yang dapat meninggalkan kesan baik bagi para siswa.
Kebiasaan menjaga kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, keberanian untuk menolak perundungan, hingga kemampuan untuk dapat mengenali dan merencanakan masa depan lewat cita-cita atau keinginan merupakan nilai yang diharapkan dapat terus dibawa oleh siswa setelah kegiatan berakhir.
Dengan demikian, pembelajaran yang diberikan selama rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti ketika siswa meninggalkan ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan mereka di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
