![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) – Nekat beroperasi di lahan milik negara, belasan warung remang-remang yang disinyalir kuat menjadi sarang prostitusi dan ajang jual beli minuman keras (miras) di kawasan Comal Baru, Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, akhirnya diratakan dengan tanah.
Eksekusi pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas aset relban milik PTPN 1 Regional 3 tersebut dilakukan secara tegas oleh aparat gabungan dari PTPN, TNI, Polri, Satpol PP Pemalang, serta didukung masyarakat setempat.
Langkah tegas ini merupakan buntut dari razia pekat yang digelar Satpol PP Pemalang beberapa waktu lalu.
Dalam operasi tersebut, petugas menciduk puluhan wanita yang diduga kuat berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Para wanita tersebut kini telah dikirim ke panti rehabilitasi sosial di Surakarta untuk mendapat pembinaan.
General Manager Unit Bisnis Manajemen Aset (UBMA) PTPN 1 Regional 3, Agung Prasetyo, menegaskan bahwa penertiban ini tidak dilakukan secara mendadak.
Pihaknya telah memberikan tenggat waktu dan melayangkan Surat Peringatan (SP) hingga tiga kali agar para penghuni membongkar sendiri bangunan mereka.
"Peringatan sudah tiga kali kita layangkan, termasuk meminta mereka membuat surat pernyataan bongkar mandiri. Tapi karena tidak dihiraukan dan batas waktu habis, akhirnya kita ambil tindakan tegas. Saya pastikan seluruh bangunan ini ilegal dan tidak ada ikatan apa pun dengan PTPN," tegas Agung, Selasa 11 Agustus 2026.
Setelah bersih dari bangunan liar, PTPN 1 Regional 3 berencana mengoptimalkan kembali lahan relban tersebut untuk kegiatan produktif seperti perkebunan, dengan melibatkan pihak ketiga, BUMDes, hingga warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pemalang, Achmad Hidayat, mengapresiasi sinergi seluruh elemen hingga proses eksekusi berjalan aman dan kondusif.
Penertiban ini dilakukan demi mengembalikan fungsi lahan serta menjaga ketertiban masyarakat.
"Alhamdulillah, koordinasi berjalan baik dan pembongkaran lancar demi menjaga ketertiban, keindahan, serta kenyamanan warga Pemalang," pungkasnya.
Tak berhenti di Comal Baru, tim gabungan dijadwalkan bakal melanjutkan aksi pembersihan serupa terhadap bangunan-bangunan liar yang menduduki aset relban milik PTPN di kawasan Desa Losari.