Shintya Sandra Kusuma Tawarkan 6 Pilar Bangun Sistem Kepemiluan Berkelanjutan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Selasa, 11/08/2026, 11:53:14 WIB

PanturaNews (Brebes) - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX, Hj. Shintya Sandra Kusuma, menegaskan bahwa pekerjaan menjaga kualitas demokrasi tidak berhenti usai penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selesai. 

Ia mendorong agar penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Brebes dipandang sebagai siklus berkelanjutan yang terus membawa perbaikan, bukan sekadar agenda politik lima tahunan.

Hal tersebut disampaikan Shintya dalam Sosialisasi Pemilu Berkelanjutan yang digelar atas sinergi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Hotel King's Royal, Kabupaten Brebes, Senin (10/8/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 perwakilan masyarakat setempat.

"Demokrasi tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai. Ada kesinambungan antara Pemilu, Pilkada, pendidikan pemilih, kelembagaan penyelenggara, dan partisipasi masyarakat yang harus terus dijaga dari satu periode ke periode berikutnya," ujar Shintya.

Menurutnya, siklus pemilu harus selalu dilanjutkan dengan evaluasi dan pembelajaran untuk menghadapi penyelenggaraan berikutnya. 

Ia menyoroti sejumlah tantangan utama di Brebes, mulai dari peningkatan partisipasi pemilih, penanganan disinformasi dan hoaks, penguatan pendidikan politik pemilih muda, kepastian akses bagi kelompok rentan, hingga akurasi data pemilih.

Guna menjawab tantangan tersebut, Shintya menawarkan enam pilar utama untuk membangun kepemiluan yang berkelanjutan:

   1. Kelembagaan yang kuat.

   2. Data pemilih yang akurat dan berkelanjutan.

   3. Pendidikan politik dan literasi demokrasi.

   4. Partisipasi masyarakat yang bermakna.

   5. Pemilu yang inklusif dan aksesibel.

   6. Integritas, transparansi, dan pengawasan.

Ia menekankan bahwa keenam pilar ini harus dibangun secara simultan agar kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terjaga. Masyarakat pun tidak boleh hanya diposisikan sebagai pemilih pasif yang sekadar datang dan mencoblos di TPS.

"Pemilu yang berkelanjutan bukan hanya tentang memastikan masyarakat datang ke TPS dan memberikan suara. Lebih dari itu, kita harus memastikan bahwa setiap warga negara memiliki pengetahuan yang memadai, memperoleh akses yang setara, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, dan memiliki kepercayaan terhadap proses demokrasi," tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Shintya mengajak seluruh elemen—mulai dari penyelenggara, pemerintah, peserta pemilu, hingga masyarakat—untuk mengambil peran aktif. Keberhasilan pemilu, tekannya, tidak hanya diukur dari terlaksananya pemungutan suara, melainkan dari adanya perbaikan nyata bagi masa depan demokrasi di Kabupaten Brebes.