Pariksa Widya Suddhaya: Tim PKM-PM UNY Gelar Asesmen Akhir untuk Ukur Efektivitas Program
.
Senin, 10/08/2026, 20:30:59 WIB

TIM Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sukses melaksanakan subprogram Pariksa Widya Suddhaya di SLB Bhakti Kencana 1, Sleman, pada Jumat 7 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan tahapan pengambilan data asesmen akhir, serta analisis komparasi untuk mengukur optimalisasi efektivitas belajar siswa disabilitas intelektual menggunakan media Papan Sasmita.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA yang dipimpin oleh Lituhayu Sasikirana, beranggotakan Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo, melaksanakan kegiatan ini di bawah bimbingan dosen pendamping, Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd.

Pariksa Widya Suddhaya dilaksanakan sebagai bahan evaluasi setelah rangkaian panjang implementasi pembelajaran melalui subprogram Prabhaswara Kriya diselesaikan. Subprogram ini menjadi jembatan penting untuk membandingkan kondisi kemampuan kognitif dan perkembangan nilai karakter peserta didik sebelum dan sesudah intervensi.

Fokus utama dari evaluasi ini adalah melihat efektivitas penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan yang diwujudkan secara konkret melalui Papan Sasmita. Pengukuran ini diperlukan untuk membuktikan bahwa integrasi budaya lokal dapat mendukung pembelajaran inklusif.

Asesmen yang dilakukan berfokus pada empat nilai utama Pendidikan Khas Kejogjaan, yaitu Sawiji (fokus), Greget (semangat), Sengguh (percaya diri), dan Ora Mingkuh (pantang menyerah). Tim mengamati bagaimana keempat nilai tersebut terinternalisasi dalam perilaku dan sikap peserta didik selama menggunakan media Papan Sasmita.

Pengumpulan data dalam tahap ini melibatkan instrumen evaluasi khusus, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam. Kolaborasi erat dengan para guru mitra yang mendampingi proses belajar mengajar sehari-hari juga dilakukan untuk memastikan keakuratan data.

Selama proses pengambilan data, tim melakukan observasi terhadap interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap antusiasme dan keterlibatan aktif siswa.

Penggunaan media yang menggabungkan visual, auditori, kinestetik, dan taktil terbukti efektif dalam membantu peserta didik disabilitas intelektual untuk memahami fenomena sains sederhana secara lebih nyata. Hal ini terlihat dari respons positif siswa saat menyelesaikan instruksi pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SLB Bhakti Kencana 1, Sardiyana, S.Pd., M.A., turut memantau jalannya asesmen dan memberikan apresiasi atas dedikasi tim mahasiswa.

Beliau menyoroti perubahan positif yang ditunjukkan oleh para peserta didik, tidak hanya dari segi pemahaman akademis, tetapi juga kemandirian dan penguatan karakter. Sinergi antara tim mahasiswa dan sekolah ini dinilai sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus.

"Pariksa Widya Suddhaya menjadi tolok ukur utama keberhasilan program pengabdian kami. Melalui asesmen akhir ini, kami tidak hanya memperoleh data kuantitatif mengenai pemahaman konsep sains dan budaya siswa, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana karakter Kejogjaan mulai tertanam dalam keseharian mereka," ujar Lituhayu Sasikirana.

Sebagai Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, ia menambahkan bahwa hasil yang positif ini memotivasi tim untuk terus menyempurnakan media pembelajaran yang telah dirancang.

Seluruh data yang terkumpul dari kegiatan Pariksa Widya Suddhaya selanjutnya akan diolah dan disusun menjadi laporan analisis komparasi yang komprehensif. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan evaluasi sekaligus landasan empiris efektivitas metode pembelajaran inovatif ini.

Keberhasilan tahapan asesmen ini sekaligus membawa tim menuju puncak rangkaian pengabdian, yaitu penutupan melalui subprogram Srawung SEKAR-AMARTA.

Kegiatan penutup tersebut akan melibatkan seluruh elemen sekolah, orang tua, dan Tim Keberlanjutan Sekolah guna memastikan Papan Sasmita terus dimanfaatkan di masa mendatang.