Antisipasi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Brebes Gelar Apel Kesiapsiagaan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 06/08/2026, 00:03:49 WIB

PanturaNews (Brebes) — Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Polres Brebes, TNI, BPBD, Satpol PP, serta Damkar menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Halaman KPT Brebes, Rabu, 5 Agustus 2026. 

Hal ini dilakukan guna memperkuat penanganan potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apel yang dipimpin oleh Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, relawan, dan personel gabungan. Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kelayakan sarana dan prasarana operasional.

Ali Akbar menyatakan seluruh instansi telah menyiagakan personel dan peralatan selama 24 jam untuk merespons potensi bencana secara cepat. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. 

"Pelaku yang sengaja membakar lahan dapat dikenai ancaman pidana lebih dari lima tahun penjara," tegasnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Brebes, Budhi Darmawan, memaparkan bahwa ancaman kekeringan kategori sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh kecamatan, dengan kondisi terberat berada di wilayah selatan. 

BPBD mencatat sekitar tujuh desa di area tersebut rutin menerima penyaluran air bersih setiap hari. Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang.

Di sisi lain, Satpol PP Kabupaten Brebes mencatat telah terjadi 32 titik kebakaran di pemukiman maupun lahan kering hingga Selasa, 4 Agustus 2026. 

Dihmbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan di lokasi yang rawan terbakar.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, menambahkan pentingnya kondusivitas wilayah serta keterlibatan aktif ormas dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah selama masa rawan bencana. 

"Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sipil menjadi kunci. Kami mengajak seluruh ormas dan relawan untuk aktif mengedukasi warga agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran serta menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing," ujarnya.