![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Tiga perguruan tinggi di Kabupaten Tegal menjalin kolaborasi dengan Komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS) untuk meluncurkan program Bank Video berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
Tujuannya adalah guna memperluas akses informasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas tuli.
Ketiga perguruan tinggi yang terlibat dalam riset kolaboratif ini adalah Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Bhamada Slawi, dan Universitas Muhadi Setiabudi. Program ini dibingkai dalam Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek).
Peluncuran dan kegiatan pendampingan program berlangsung di UPTD Loka Bina Karya, Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Jumat (31/7).
Ketua Tim Periset BIMA 2026, Akhmad Habibullah, menjelaskan bahwa dalam program ini, anggota komunitas DTLS tidak ditempatkan sebagai objek penelitian, melainkan sebagai narasumber utama sekaligus kreator konten.
"Melalui Bank Video ini, kami ingin memastikan bahwa suara dan pengalaman mereka dapat didokumentasikan, dipelajari, dan disebarluaskan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem komunikasi yang benar-benar inklusif," ujar Akhmad, Sabtu (1/8).
Melalui Bank Video, berbagai materi informasi berbasis BISINDO akan didokumentasikan dan diarsipkan sehingga dapat diakses secara terbuka, baik oleh komunitas tuli maupun masyarakat umum.
Inisiatif ini dipimpin oleh Akhmad Habibullah bersama tim akademisi lintas kampus, yakni Dra. Sri Sutjiatmi, Dr. Dien Novianty, Haries Anom Susetyo Aji Nugroho, Deddy Prihadi, dan Bambang Irawan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Tegal, Priningsih, guna memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan riil komunitas.
Sementara itu, Kepala UPTD Loka Bina Karya Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Umy Diyah Arti, menyambut baik kolaborasi ini. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di ruang akademis, melainkan menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara kampus, komunitas, dan pemerintah daerah ini, Kabupaten Tegal diharapkan dapat mengakselerasi terwujudnya wilayah yang ramah serta inklusif bagi kelompok penyandang disabilitas.