Tim PKM-PM UNY Implementasikan Papan Sasmita pada Pembelajaran Siswa Disabilitas Intelektual
.
Kamis, 30/07/2026, 13:08:37 WIB

TIM Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan subprogram Prabhaswara Kriya di SLB Bhakti Kencana 1, Kabupaten Sleman, pada 21, 22, 29, dan 30 Juli 2026.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA terdiri atas Lituhayu Sasikirana selaku ketua tim, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo di bawah bimbingan dosen pendamping, Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd.

Kegiatan ini menjadi tahap inti dari rangkaian implementasi program SEKAR-AMARTA melalui pembelajaran langsung menggunakan media Papan Sasmita kepada 15 peserta didik dengan disabilitas intelektual di SLB Bhakti Kencana 1.

Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan bersama guru mitra yang telah mengikuti pelatihan pada subprogram sebelumnya sehingga implementasi media dapat berjalan secara kolaboratif. Tahapan ini menjadi wujud nyata penerapan media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh tim untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan bermakna.

Subprogram Prabhaswara Kriya menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan Pendidikan Khas Kejogjaan, ethnoscience, dan pendekatan smart-sensoric system melalui media Papan Sasmita. Media tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep pembelajaran secara konkret melalui pengalaman belajar multisensori yang sesuai dengan karakteristik anak disabilitas intelektual.

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengajak peserta didik belajar melalui praktik, eksplorasi, dan pengalaman langsung. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam empat kali pertemuan yang disusun secara bertahap. Pertemuan pertama mengangkat materi Mengenal Getaran, Gelombang, dan Bunyi sebagai pengenalan konsep sains sederhana melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Pertemuan kedua diisi dengan praktik memainkan gamelan saron adaptif menggunakan media Papan Sasmita sehingga peserta didik dapat memahami konsep bunyi sekaligus mengenal budaya lokal secara langsung. Pertemuan ketiga membahas materi Mengenal Warna yang dikaitkan dengan fenomena perubahan warna dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan keempat ditutup dengan praktik membuat batik jumputan sebagai bentuk penerapan konsep perubahan warna sekaligus pengenalan warisan budaya Yogyakarta.

Seluruh materi pembelajaran dirancang untuk mengintegrasikan konsep sains sederhana dengan budaya lokal Yogyakarta. Peserta didik diajak mengenali hubungan sebab-akibat, mengeksplorasi berbagai fenomena di lingkungan sekitar, serta membangun pemahaman melalui pengalaman belajar secara langsung.

Nilai-nilai karakter Kejogjaan juga diinternalisasikan dalam setiap aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pembiasaan sikap positif selama proses belajar. Pendekatan tersebut menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan disabilitas intelektual.

Empat karakter Kejogjaan yang menjadi fokus penguatan dalam program ini meliputi Sawiji yang mencerminkan sikap fokus, Greget yang menunjukkan semangat belajar, Sengguh yang menggambarkan rasa percaya diri, serta Ora Mingkuh yang mencerminkan sikap pantang menyerah. Setiap karakter dikembangkan melalui aktivitas belajar yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik pada setiap pertemuan.

Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses pembelajaran menggunakan media Papan Sasmita, sementara tim PKM-PM SEKAR-AMARTA memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Kolaborasi antara guru dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif sekaligus memperkuat implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan subprogram Prabhaswara Kriya juga mendapat kunjungan monitoring dan evaluasi dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai bentuk pendampingan terhadap pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Dr. Komarudin, S.Pd., M.A., dosen pendamping PKM-PM SEKAR-AMARTA Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd.

Sekretaris Staf Ahli Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Anwar Nur Ramadhan, M.Pd., PIC PKM Universitas Negeri Yogyakarta Hendra Dewata, S.Pd., M.Eng., serta Student Employment Kemahasiswaan dan Alumni UNY. Tim memaparkan perkembangan pelaksanaan program sekaligus mendampingi para tamu melihat secara langsung proses pembelajaran menggunakan media Papan Sasmita bersama peserta didik. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus evaluasi terhadap implementasi program PKM-PM yang sedang dijalankan di sekolah mitra.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, menyampaikan bahwa Prabhaswara Kriya merupakan tahapan yang paling penting dalam keseluruhan rangkaian program. "Papan Sasmita dirancang agar peserta didik dapat belajar melalui pengalaman yang nyata, bukan hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Kami berharap pembelajaran yang diberikan mampu membantu mereka memahami konsep sains dan budaya secara lebih mudah sekaligus menumbuhkan karakter Kejogjaan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Pelaksanaan Prabhaswara Kriya merupakan kelanjutan dari berbagai subprogram yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu Prabhaswara Adhikari sebagai tahap observasi awal, Kriya Widya Nirmala berupa perakitan media bersama guru, serta Dharma Widya Adhikari melalui pelatihan implementasi media bagi guru mitra. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi landasan sebelum media Papan Sasmita diterapkan secara langsung kepada peserta didik.

Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan subprogram Pariksa Widya Suddhaya untuk melaksanakan asesmen akhir sebagai bagian dari evaluasi efektivitas program. Hasil asesmen tersebut akan digunakan untuk melihat perkembangan karakter Kejogjaan sekaligus perubahan kemampuan peserta didik setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Subprogram Prabhaswara Kriya menjadi inti pelaksanaan SEKAR-AMARTA karena mempertemukan hasil pengembangan media, perangkat pembelajaran, kesiapan guru, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam satu rangkaian implementasi. Kolaborasi yang telah dibangun antara tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, guru, dan pihak SLB Bhakti Kencana 1 diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan media Papan Sasmita tidak hanya mendukung proses belajar peserta didik dengan disabilitas intelektual, tetapi juga memperkuat pelestarian Pendidikan Khas Kejogjaan melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka.

Program SEKAR-AMARTA diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi sekolah, serta menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran inklusif berbasis budaya lokal.