Mahasiswa KKN UMUS Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Celengan untuk Siswa SD
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 29/07/2026, 13:53:14 WIB

PanturaNews (Brebes) – Dalam rangka mendukung pendidikan karakter dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar program "Pelatihan Pembuatan Celengan dari Botol Plastik Bekas untuk Meningkatkan Kreativitas dan Menumbuhkan Kebiasaan Menabung pada Anak".

Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas III di SDN Rancawuluh 02, Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, sebagai bentuk edukasi daur ulang sampah plastik sekaligus penanaman budaya hemat sejak dini.

Wafiq Mawardah, mahasiswi semester 6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMUS sekaligus pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengasah kreativitas siswa sekaligus membangun kebiasaan finansial yang baik.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin mengedukasi anak-anak bahwa barang bekas di sekitar kita masih memiliki nilai guna jika diolah secara kreatif. Selain melatih kepedulian lingkungan, celengan yang mereka buat sendiri diharapkan dapat memotivasi siswa untuk rutin menyisihkan uang saku sejak dini," ujar Wafiq Mawardah, Rabu 29 Juli 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan kembali sampah plastik, disusul pemaparan manfaat menabung untuk melatih sikap hemat dan tanggung jawab.

Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi langsung mengenai langkah-langkah mengubah botol plastik bekas menjadi celengan yang menarik.

Para siswa kelas III SDN Rancawuluh 02 tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Mereka diberikan kebebasan untuk menghias celengan masing-masing menggunakan kertas warna, stiker, dan berbagai bahan hiasan sederhana yang mudah ditemukan.

"Suasana kelas berlangsung sangat aktif dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar membuat kerajinan tangan, tetapi juga berlatih bekerja sama, berani berkreasi, dan percaya diri saat menunjukkan hasil karyanya," kata Wafiq.

Melalui program pelatihan ini, diharapkan pemahaman anak-anak mengenai daur ulang dan budaya menabung dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik dalam mengasah kreativitas maupun dalam membangun karakter disiplin dan mandiri sejak usia sekolah dasar.