![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Langkah nyata dalam mendorong potensi ekonomi lokal terus dilakukan oleh kalangan akademisi.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar program penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perancangan logo sebagai identitas visual produk di Desa Cipelem.
Program ini dirancang untuk membantu para pelaku usaha lokal agar memiliki pencitraan merek (branding) yang lebih profesional.
Dengan identitas visual yang kuat, produk-produk UMKM Cipelem diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan proses observasi dan wawancara mendalam bersama pemilik UMKM guna menggali karakteristik usaha, jenis produk, hingga konsep desain yang diinginkan.
Hasil dari diskusi tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk logo yang merepresentasikan ciri khas masing-masing usaha.
Setelah tahap penyelesaian desain, logo-logo tersebut dicetak dalam bentuk stiker dan diaplikasikan langsung pada kemasan produk hingga media fisik seperti gerobak dan warung milik warga.
Mutia Dwi Fadika, mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang menjadi bagian dari tim KKN tersebut, menegaskan pentingnya langkah ini bagi keberlanjutan UMKM.
"Logo bukan sekadar hiasan, melainkan identitas utama yang membedakan satu produk dari pesaingnya. Melalui perancangan logo yang konsisten ini, kami ingin membantu pelaku UMKM di Desa Cipelem membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan brand awareness agar jangkauan pemasaran mereka bisa meluas," ujar Mutia Dwi Fadika, Selasa 23 Juli 2026.
Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha setempat. Mereka optimistis identitas visual baru ini dapat digunakan secara berkelanjutan pada media promosi maupun kemasan, sekaligus menjadi titik awal dalam membangun citra merek yang lebih solid di pasar kompetitif.