![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) — Hempasan gelombang tinggi menghantam KM Anugerah Laut 3 hingga terbalik di perairan utara Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 24 Juli 2026, sekitar pukul 21.02 WIB.
Kecelakaan laut ini menimpa kapal perikanan yang membawa 15 orang di atasnya saat berlayar di kawasan Laut Jawa.
Insiden maut tersebut berjarak sekitar 13,68 mil dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari. Dihantam gelombang besar mendadak dari sisi kiri, lambung kapal dengan cepat kemasukan air hingga miring dan akhirnya terbalik.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, membenarkan terjadinya musibah akibat gelombang tinggi tersebut.
"Informasi awal kami terima dari Satpolairud Polres Tegal Kota. Saat ini proses pemantauan dan koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak," kata Riswanto kepada awak media, Minggu26 Juli 2026.
Menurut keterangan saksi, kapal sebenarnya telah berangkat dari Pelabuhan Tegal sejak Kamis siang, 23 Juli 2026. Namun, saat cuaca memburuk di utara Tegal, para awak tak mampu membendung masuknya air laut.
Sebelum kapal benar-benar terbalik, para korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berpindah ke titik tertinggi kapal.
Usai melompat ke laut, seluruh awak terpaksa bertahan hidup di atas badan kapal yang telungkup mengapung selama hampir satu hari penuh.
Nasib baik masih memayungi 10 ABK ketika kapal nelayan KM Berkah Pangestu melintas pada Sabtu sore, 25 Juli 2026, sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengevakuasi mereka.
Para survivor tiba di Dermaga Baru kawasan pelabuhan sekitar pukul 22.00 WIB untuk langsung menjalani pemeriksaan kesehatan.
Meski 10 orang berhasil diselamatkan, dua orang lainnya, yakni nahkoda kapal Nurohman dan seorang ABK bernama Suyatno, hingga kini masih dalam pencarian.
Tim gabungan dari TNI AL, Polairud, dan Basarnas saat ini terus berkoordinasi dan menyisir perairan utara Tegal untuk melacak keberadaan kedua korban yang hilang.