Kurangi Pencemaran, Mahasiswa KKN UMUS Ubah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 26/07/2026, 22:18:00 WIB

PanturaNews (Brebes) – Upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah pertanian terus dilakukan. 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengedukasi warga Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mengolah sekam padi menjadi arang briket ramah lingkungan.

Langkah ini diambil mengingat limbah sekam padi di Desa Cipelem sangat melimpah seiring dengan dominannya sektor pertanian di wilayah tersebut. 

Selama ini, sebagian besar sekam padi hanya dibakar secara terbuka atau dibuang begitu saja hingga memicu polusi udara.

Ketua Kelompok KKN, Alfian Abu Nadzir M, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah pertanian.

"Kami ingin mengajak masyarakat Desa Cipelem melihat bahwa limbah pertanian bukan sekadar sampah yang mengotori lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Harapannya inovasi ini membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi dampak pencemaran," ujar Alfian, Minggu 26 Juli 2026.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, warga diajarkan tahapan konversi limbah melalui proses karbonisasi atau pembakaran minim oksigen, dilanjutkan dengan penghalusan, pencampuran perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan.

Arang briket hasil olahan sekam padi ini dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar kayu atau pembakaran sekam langsung. 

Briket sekam padi menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit, memiliki daya bakar lebih lama, serta aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner lokal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Afridah, M.M., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menyelaraskan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi warga. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan menjadi kunci penting pembangunan desa.

Masyarakat Desa Cipelem menyambut baik pelatihan ini. Selain mendapatkan pemahaman teknis pembuatan briket, warga juga dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran agar produk briket sekam padi ini dapat menjangkau pasar UMKM yang lebih luas.