![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Asri FC resmi mengukuhkan diri sebagai kampiun edisi perdana turnamen sepak bola Wurja Cup I 2026.
Kepastian ini diraih usai mengandaskan perlawanan sengit PGRI Paguyangan FC dengan skor tipis 2-1 pada laga final di Lapangan Pejaten, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Sabtu (25/7) sore WIB.
Jalalannya Pertandingan

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menyajikan laga terbuka berintensitas tinggi. Asri FC tampil lebih klinis dalam memaksimalkan peluang dan berhasil membuka keunggulan pada babak pertama. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki paruh kedua, Asri FC memperlebar jarak menjadi 2-0 lewat skema serangan yang ciamik. Tersentak oleh gol kedua lawan, PGRI Paguyangan FC tampil melancarkan tekanan masif hingga akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di menit-menit akhir laga.
Meski terus digempur, lini pertahanan Asri FC tampil disiplin mengamankan keunggulan hingga laga usai.
Kemenangan ini memastikan Asri FC berhak memboyong piala juara utama serta uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Sementara PGRI Paguyangan FC harus puas mengakhiri turnamen di posisi runner-up dengan raihan Rp10 juta.
Adapun predikat Juara Bersama diraih oleh Bambu Kuning FC dan Sawung Galing FC yang terhenti di fase semifinal. Masing-masing tim berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp7 juta.
Juara I: Asri FC (Rp20 Juta + Trofi)
Juara II: PGRI Paguyangan FC (Rp10 Juta + Trofi)
Juara Bersama: Bambu Kuning FC & Sawung Galing FC (Masing-masing Rp7 Juta)
Laga pamungkas yang disaksikan ribuan pasang mata ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Brebes Wurja, Camat Tonjong Lukman Hakim, Anggota DPRD Brebes H. Nur Endro, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian ajang berlangsung kondusif di bawah pengawalan ketat aparat gabungan TNI dan Polri.
Dalam sambutan penutupnya, Wabup Brebes memberikan apresiasi tinggi atas tingginya nilai sportivitas yang ditunjukkan seluruh elemen yang terlibat.
"Seluruh rangkaian Wurja Cup Jilid I 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini membuktikan bahwa masyarakat Brebes Selatan sangat dewasa dalam mendukung olahraga," ujar Wurja sebelum menutup turnamen secara resmi.
Nada serupa disampaikan Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., M.H., yang menekankan bahwa ajang ini tidak sekadar menjadi panggung kompetisi, melainkan juga wadah silaturahmi serta pembinaan talenta muda. Besar harapan agar Wurja Cup dapat digulirkan secara konsisten sebagai agenda tahunan di masa depan.