Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Terbesar di Indonesia Resmi Dimulai di Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Senin, 20/07/2026, 13:09:03 WIB

PanturaNews (Brebes) — Pembangunan kawasan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026).

Kawasan peternakan modern yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare ini dirancang menampung hingga 30.000 ekor sapi perah dengan target produksi mencapai 180.000 ton susu segar per tahun. 

Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengemukakan, keberadaan kawasan peternakan terpadu ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan tingkat ketergantungan impor susu nasional yang hingga kini masih mendominasi pasar dalam negeri.

"Kebutuhan susu nasional saat ini masih didominasi impor sebesar 82 persen. Keberadaan PT Global Dairi Bersama ini diharapkan mampu meningkatkan produksi susu segar dalam negeri secara signifikan sehingga kita bisa mengurangi impor secara bertahap," kata Amran.

Amran menambahkan, sektor pertanian Indonesia mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,74 persen. 

Oleh karena itu, kebijakan penguatan industri persusuan dalam negeri diharapkan terus mendorong ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

CEO Savoria Group Ihsan Mulya menyampaikan, investasi ini dirancang tidak hanya untuk memasok kebutuhan susu berkualitas bagi masyarakat. Melainkan juga menciptakan lapangan kerja baru serta menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar kawasan industri.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memberikan catatan khusus mengenai pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam proyek berskala besar ini. Menurutnya, investasi industri tidak boleh mengesampingkan eksistensi peternak rakyat.

"Kami berharap kawasan ini dapat membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan peternak lokal dan koperasi, sekaligus menjadi pusat transfer teknologi. Pengelolaan limbah secara ramah lingkungan melalui biogas dan pupuk organik juga harus menjadi prioritas," tutur perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto tersebut.

Senada dengan hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kehadiran investasi di Kabupaten Brebes ini semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pilar penyangga pangan nasional. Pada 2025, Jawa Tengah mencatatkan produksi gabah mencapai 15,6 juta ton.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengawal kelancaran proyek investasi ini.

"Pemerintah Kabupaten Brebes siap memberikan kemudahan kemitraan dan pengawalan agar investasi ini berjalan lancar. 

Kami berharap kawasan peternakan terpadu ini dapat memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, memajukan perekonomian warga di Kecamatan Larangan dan sekitarnya, serta menjadikan Brebes sebagai salah satu sentra industri persusuan nasional," ujar Paramitha.

Acara yang dihadiri sekitar 2.000 undangan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Brebes, serta tokoh masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengamanan ketat dan terintegrasi dari jajaran Polres Brebes bersama TNI.