![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang perempuan muda berinisial S (25) di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Kasus tersebut kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Dugaan pelecehan ini mencuat setelah korban awalnya berniat meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang terkait masalah pribadi melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan laporan tersebut kemudian direspons oleh Pemkab Pemalang, yang selanjutnya mengarahkan korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pemalang pada Kamis (9/7).
"Awalnya korban S yang mengalami permasalahan dengan pacarnya meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui pesan WhatsApp," kata Faizal kepada awak media, Sabtu (18/7).
Seminggu berselang, tepatnya pada Kamis (16/7), korban S dijemput oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk dibawa ke Dinas Sosial setempat demi mendalami duduk perkara.
"S dijemput oleh Satpol PP dan dibawa ke Dinas Sosial untuk dimintai keterangan terkait permasalahan yang dialaminya," ujar Faizal.
Faizal menegaskan pihaknya bergerak cepat menangani kasus ini, termasuk memastikan kondisi psikologis korban pasca-kejadian. Polres Pemalang juga telah melakukan koordinasi dengan instansi lintas sektoral.
"Polres Pemalang telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya untuk memberikan perlindungan serta penanganan psikologis terhadap korban," tuturnya.
Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan sejumlah bukti terkait dugaan pelecehan tersebut.
"Saat ini Unit PPA Polres Pemalang telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pendampingan terhadap korban," kata Faizal.