![]() |
|
|
PanturaNews (Kuningan) - Sebanyak 80 anak dari keluarga miskin ekstrem asal Kabupaten Kuningan yang lolos Program Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026/2027 terpaksa dititipkan sementara di Kabupaten Cirebon.
Langkah ini diambil lantaran pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kuningan hingga kini belum rampung.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, mengungkapkan bahwa fasilitas fisik Sekolah Rakyat di Cikandang, Kecamatan Luragung, Kuningan, saat ini masih dalam proses pengajuan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Untuk tahun ajaran 2026/2027, sesuai kebijakan Kementerian Sosial, anak-anak asal Kabupaten Kuningan akan dititipkan terlebih dahulu di Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon karena bangunan permanennya sudah selesai dan siap digunakan," ujar Tatiek kepada wartawan, Kamis (16/7).
Tatiek berharap proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Luragung dapat segera terealisasi dan dimulai pada tahun ini agar para siswa bisa segera dipindahkan kembali ke Kuningan.
Meskipun harus menempuh pendidikan di luar daerah untuk sementara waktu, Tatiek menjamin seluruh kebutuhan hidup dan sekolah para siswa akan terpenuhi sepenuhnya secara gratis.
Fasilitas yang disediakan meliputi seragam sekolah, buku pelajaran, tempat tinggal di asrama, hingga kebutuhan makan dan minum sehari-hari.
Nantinya, fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon tidak hanya menampung siswa dari Kuningan. Gedung dengan total kapasitas sekitar 270 peserta didik tersebut juga akan menampung siswa dari Kabupaten Majalengka dan Indramayu, yang masing-masing wilayah memperoleh kuota 90 siswa.
Sementara itu, bangunan eks SMPN 6 Kuningan yang sebelumnya sempat dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat dipastikan tidak dapat menampung siswa baru lagi.
"Kapasitas di eks SMPN 6 sudah penuh. Saat ini masih ada 81 siswa yang menempuh pendidikan di sana. Untuk siswa yang lulus kemarin, sudah kami integrasikan ke jenjang berikutnya, termasuk beberapa yang kami pindahkan ke Sekolah Rakyat di Cirebon," jelas Tatiek.
Dinsos Kuningan menjadwalkan pelepasan para siswa menuju Cirebon pada akhir Juli mendatang. Agenda peluncuran (launching) Sekolah Rakyat se-Ciayumajakuning direncanakan berlangsung pada 30 Juli 2026.
"Setelah itu, tanggal 31 Juli anak-anak langsung masuk ke asrama di Cirebon untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pembagian kelas, sekaligus memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat bentukan Kementerian Sosial ini diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kuningan melalui akses pendidikan gratis berasrama.