![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Nasib apes menimpa Narto (47). Niat hati ingin menggasak sepeda motor yang diparkir di area persawahan Desa Cigadung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pelaku spesialis curanmor ini malah bernasib tragis.
Ia babak belur dihakimi massa yang geram setelah aksinya dipergoki sang pemilik motor, Kamis (16/7/2026) pagi.
Usut punya usut, pelaku ternyata bukan pemain baru. Polisi membeberkan bahwa pria asal Desa Cikakak ini merupakan bagian dari komplotan curanmor yang sudah berulang kali beraksi di belasan TKP.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika korban, Maesah (57), emak-emak asal Dukuh Cariang, pergi ke sawah miliknya di wilayah Desa Beber dengan menunggangi sepeda motor Honda Beat warna merah hitam.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, korban memarkirkan motor kesayangannya di samping gubuk. Jaraknya hanya sekitar lima meter. Korban kemudian masuk ke dalam gubuk untuk mengambil air minum.
Baru saja melepas dahaga sekitar lima menit, kuping korban mendengar suara raungan mesin motor kesayangannya yang mendadak menyala. Curiga, korban langsung keluar gubuk. Benar saja, motornya sudah digas oleh orang tak dikenal.
"Korban spontan berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan korban memecah keheningan sawah hingga mengundang perhatian warga sekitar yang langsung melakukan pengepungan," ungkap Kapolsek Banjarharjo, AKP Ahmad Suudi.
Pelaku yang panik mencoba menggeber motor curiannya sekencang mungkin. Namun, pelariannya kandas setelah puluhan warga yang naik pitam berhasil mengepung dan meringkusnya di jalanan persawahan.
Tanpa ampun, bogem mentah dari warga yang emosi langsung mendarat bertubi-tubi di wajah dan tubuh pelaku hingga membuatnya babak belur dan mandi darah.
Beruntung, nyawa pelaku berhasil diselamatkan setelah Unit Reskrim Polsek Banjarharjo cepat tiba di lokasi kejadian usai menerima laporan.
Setelah digelandang ke Mapolsek Banjarharjo dan diinterogasi intensif, borok pelaku akhirnya terbongkar. Narto rupanya tidak bermain tunggal.
Saat beraksi, ia dibantu oleh rekannya bernama Raskim (37), warga Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Cirebon, yang kini langsung ditetapkan sebagai buron (DPO).
Kepada penyidik, Narto bernyanyi bahwa komplotannya sudah sukses menggasak motor di sembilan lokasi berbeda.
"Dari hasil pengembangan, pelaku mengaku sudah beraksi bersama rekannya, Raskim, di sembilan TKP. Rinciannya, tujuh lokasi di wilayah Kecamatan Banjarharjo, Brebes, dan dua lokasi lainnya di wilayah Kecamatan Losari, Cirebon," jelas AKP Ahmad Suudi.
Kini, pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Banjarharjo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman penjara di atas lima tahun. Sementara itu, polisi masih terus memburu Raskim yang membawa lari sisa hasil kejahatan mereka.