![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Pembangunan di wilayah pedesaan sering kali hanya diukur dari panjangnya jalan beraspal atau kokohnya jembatan beton yang terbangun.
Namun, pada pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Telaga, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026), aspek nonfisik justru menjadi sorotan utama.
Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kodim 0713/Brebes menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal niscaya berjalan sia-sia jika tidak dibarengi dengan penguatan mental dan ideologi warganya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, menyatakan bahwa TMMD harus dipandang sebagai ruang strategis untuk merekatkan kembali kohesi sosial di tingkat akar rumput. Di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah, nilai-nilai Pancasila perlu dibumikan secara nyata.
"TMMD ini merupakan momentum penting untuk merawat kembali nilai-nilai Pancasila dan memperkokoh ketahanan masyarakat. Kita tidak ingin warga Desa Telaga hanya maju secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi rapuh secara karakter," ujar Cecep saat dikonfirmasi.
Menurut Cecep, kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan yang ditanamkan selama program ini akan menjadi benteng bagi warga dalam menjaga keutuhan NKRI dari lingkup terkecil, yaitu keluarga dan desa.
Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di Lapangan Desa Telaga tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, yang hadir mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Dalam amanat tertulis Bupati yang dibacakannya, Tahroni mengingatkan bahwa esensi sejati dari TMMD adalah merawat warisan terbaik bangsa, yakni gotong royong. Sinergi antara prajurit TNI, jajaran pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga desa adalah kunci keberhasilan program ini.
"TMMD bukan sekadar membangun jalan atau sarana fisik lainnya, melainkan wadah untuk membangun semangat kebersamaan. Dengan bersatu, kita dapat mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera," tutur Tahroni.
Pada TMMD Sengkuyung Tahap III ini, pendekatan holistik diterapkan dengan membagi program ke dalam dua sektor utama:
Pembangunan Fisik: Pembukaan dan pembenahan akses jalan desa guna mempermudah mobilitas hasil tani, pelayanan publik, serta membuka isolasi ekonomi warga Bantarkawung.
Pembangunan Nonfisik: Menggandeng instansi terkait, termasuk Kesbangpol, untuk menyelenggarakan edukasi hukum, penyuluhan kesehatan, hingga sosialisasi penguatan ideologi bangsa secara interaktif bagi warga.
Langkah terintegrasi ini dinilai sejalan dengan prestasi yang sebelumnya ditorehkan oleh Kodim 0713/Brebes di bawah kepemimpinan Letkol Inf Ambariyantomo, yang berhasil meraih penghargaan terbaik pada pelaksanaan TMMD tingkat nasional. Prestasi tersebut membuktikan bahwa model kolaborasi di Brebes dinilai efektif dan tepat sasaran.
Hadir dalam upacara pembukaan tersebut jajaran Forkopimda Brebes, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sumarno, aparatur kecamatan, serta ratusan warga Desa Telaga yang antusias menyambut dimulainya program gotong royong ini.