Kurangi Sampah Rumah Tangga, DWP Setda Brebes Dorong Pembuatan Eco Enzyme
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 12/07/2026, 12:12:53 WIB

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus berupaya menekan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan menyasar sektor rumah tangga. 

Salah satu langkah konkret diwujudkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes melalui pelatihan pembuatan eco enzyme.

Pelatihan tersebut digelar di Aula Command Centre, Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes pada Jumat (10/7). Kegiatan ini menyasar pengolahan limbah organik domestik agar memiliki nilai guna dan tidak menumpuk di tempat pembuangan.

Ketua DWP Setda Kabupaten Brebes, Irma Tahroni menyatakan bahwa sampah rumah tangga sejauh ini masih menjadi kontributor terbesar dalam penumpukan sampah di TPA. Oleh karena itu, edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi sangat krusial.

"Pertemuan rutin DWP bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. Setiap kegiatan diharapkan memberikan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Irma dalam keterangannya, Jumat (10/7).

Irma berharap seluruh anggota DWP Setda Brebes dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan tempat tinggal masing-masing guna mendorong budaya hidup ramah lingkungan.

Formula 1 : 3 : 10 untuk Kelestarian Lingkungan

Dalam sesi praktik, DWP Brebes menggandeng Relawan Eco Enzyme Nusantara Wilayah Brebes sekaligus karyawati Dinkominfotik Brebes, Ulfatunlaeli Sa'adiyah. 

Ia memaparkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk generasi masa depan yang setara pentingnya dengan pendidikan dan tabungan.

Untuk membuat eco enzyme, Ulfatunlaeli membagikan formula standar dengan perbandingan 1 : 3 : 10, yaitu:

1 bagian molase (tetes tebu)

3 bagian bahan organik (kulit buah yang bersih dan dipotong)

10 bagian air bersih

Contoh Simulasi Wadah 1 Liter:

Komposisi yang digunakan adalah 60 gram molase, 180 gram campuran minimal lima jenis kulit buah, dan 600 mililiter air.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap proses pelayihan, mulai dari penimbangan bahan hingga proses pencampuran ke dalam wadah fermentasi.

Selain pelatihan lingkungan, agenda ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat internal organisasi melalui pembacaan Surat Keputusan Pengurus DWP Setda Kabupaten Brebes Masa Bakti 2024–2029. 

Kepengurusan baru ini ditargetkan mampu memperkuat program kerja daerah, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat.