Kawal Program MBG Prabowo, Ribuan Massa Gerudug Pemkab Tegal
.
Jumat, 10/07/2026, 23:27:19 WIB

PanturaNews (Tegal) - Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tegal Bersatu menggeruduk Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jumat (10/7/2026) siang. 

Kedatangan mereka guna menggelar aksi damai untuk menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program prioritas Asta Cita besutan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pantauan di lokasi, titik kumpul massa berpusat di GOR Trisanja Slawi yang mulai memutih sejak pukul 13.00 WIB. 

Dengan mengendarai mobil pikap, odong-odong, hingga sepeda motor, massa bergerak tertib sambil membentangkan spanduk dukungan dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Tegal.

Koordinator Aksi, H. Abdul Jafar menegaskan, gerakan ini murni aspirasi dari gabungan elemen petani, nelayan, pelaku UMKM, peternak, hingga relawan di Tegal yang jumlahnya mencapai 4.500 orang. 

Mereka mendesak agar anggaran MBG dikawal ketat agar tepat sasaran sesuai amanah Pasal 34 UUD 1945.

"Kami juga di sini untuk melawan disinformasi. Kami luruskan isu-isu hoaks yang menyebut MBG gagal, keracunan, atau dikorupsi. Kenyataannya, program ini sangat membantu menurunkan angka stunting dan membuat anak-anak lebih fokus belajar," tegas Abdul Jafar di sela-sela aksi.

Ia juga meminta agar bahan baku MBG wajib menyerap komoditas dari petani dan UMKM lokal. Hal ini dinilai mampu mendongkrak ekonomi daerah dan membuka sekitar 1,2 juta lapangan pekerjaan baru. 

Selain MBG, massa juga menyatakan siap mengawal program Asta Cita lainnya seperti cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, pembangunan 3 juta rumah, serta swasembada pangan dan energi.

Aspirasi ribuan massa ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Tegal, Amir Makhmud.

Rudi Indrayani menyambut baik kedatangan massa dan berjanji akan meneruskan seluruh poin tuntutan tersebut ke tingkat nasional. 

"Seluruh aspirasi ini kami terima dengan baik dan akan segera kami sampaikan ke Pemerintah Pusat," ujar Rudi singkat.

Sementara itu, Sekda Tegal, Amir Makhmud, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Tegal, memberikan klarifikasi terkait kondisi di lapangan. 

Ia menjelaskan bahwa penutupan sejumlah dapur umum MBG di wilayah Tegal belakangan ini murni karena adanya penyesuaian kebijakan dari Pemerintah Pusat.

"Pemkab Tegal sifatnya melakukan pendampingan agar program MBG ini berjalan sesuai regulasi yang ada. Sementara untuk progres Sekolah Rakyat, saat ini masih terus berproses karena memang membutuhkan lahan yang cukup luas," terang Amir.