DPC PDI Perjuangan Kota Tegal Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis dan Donor Darah
LAPORAN JOHARI
Jumat, 10/07/2026, 18:59:23 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal Edy Suripno didampingi Ketua Fraksi PDIP cek kesehatan.

PanturaNews (Tegal) - DPC PDI Perjuangan Kota Tegal selalu menggelar bakti sosial (baksos) berupa pengobatan gratis, makan siang gratis dan donor darah. Digelar di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat 10 Juli 2026.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal Edy Suripno mengatakan pengobatan gratis dan makan siang gratis merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tanggal 10 setiap bulannya. Namun baksos kali ini ada yang beda yakni disertai dengan donor darah hasil kerja sama dengan PMI Kota Tegal.

Tercatat dari 22 warga yang mendaftar donor doroh, hanya 16 orang yang lolos dan selebihnya 6 orang dinyatakan tidak lolos seleksi.

"Kegiatan bakti sosial ini sebagai bentuk perhatian PDI Perjuangan terhadap kondisi masyarakat saat ini," tegas Edy Suripno yang biasa dipanggil Mas Uyip.

Selain itu, DPC PDI Perjuangan Kota Tegal juga memberikan sound kepada Posyandu RW 04, Kelurahan Kalinyamat Kulon.

Menurut Uyip, sejak dibuka pengobatan gratis pada pukul 08.00 pagi, warga antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Terbukti acara belum dibuka warga sudah mengantri untuk mendaftar. 

"Ini bukti warga sangat antusias dan peduli akan kesehatannya," ujar Uyip.

Terkait target kehadiran, Uyip menegaskan tidak ada target, selama masih buka tetap dilayani. Dibuka mulai pukul 08.00-selesai.

"Enggak ada target berapa orangnya, yang jelas sampai selesai," imbuhnya.

Menurut Uyip, kehadiran bakti sosial pengobatan dan makan siang gratis ini, untuk membangun kebersamaan dan membangun pondasi berupa kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.

"Spirit gotong royong yang dulu diajarkan dan menjadi ciri khas bangsa, dengan adanya kegiatan ini lebih terasa," ujar Uyip.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tegal, Sutari mengatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai nasionalis yang dekat dengan rakyat.

Menurutnya, kegiatan pengobatan dan makan siang gratis ini untuk​ mengisi kekosongan. Karena selama ini program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), baru menyentuh sasaran tertentu seperti ibu hamil, ibu rentan, lansia, dan siswa sekolah.

​"Kegiatan mandiri ini sengaja dirancang untuk merangkul kelompok yang belum tercover, seperti tukang ojek, buruh becak, pedagang miskin, hingga tenaga bangunan. Mereka diajak untuk datang, berobat, dan makan gratis agar pemenuhan pangan bisa dirasakan secara merata oleh warga Kota Tegal," pungkas Sutari.