![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Tak terima profesinya dilecehkan dan dihina lewat pesan singkat di media sosial, seorang dokter muda cantik nekat mendatangi markas polisi.
Korban yang meradang akibat dibully, resmi melaporkan mantan pasiennya ke Mapolres Tegal Kota.
Dokter muda tersebut diketahui bernama Shella Vina Putri, warga Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, yang sehari-harinya bertugas di RSUD Brebes.
Ia naik pitam setelah mendapat Direct Message (DM) di Instagram dari seorang warga berinisial SC yang dinilai sangat merendahkan profesi kedokteran.
"Sudah saya kasih waktu 1x24 jam untuk datang dan minta maaf secara baik-baik, tapi tidak ada itikad baik. Ya sudah, jalur hukum yang berbicara. Senin sore kemarin resmi saya laporkan ke Unit PPA Polres Tegal Kota," tegas dr. Shella dengan nada geram saat ditemui awak media.
Aksi perseteruan ini usut punya usut bermula dari masalah lama pada Maret 2026 lalu. Saat itu, terlapor SC menghubungi sang dokter untuk meminta pertolongan medis darurat bagi keluarganya di daerah Adiwerna pada malam Senin.
Karena jarak yang cukup jauh dan rawan aksi penipuan (scam), dr. Shella mengirim tim perawatnya terlebih dahulu untuk mengecek situasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Sesampainya di lokasi, ternyata pihak keluarga sepakat hanya meminta tindakan nebulizer (uap) tanpa penanganan langsung dari dokter demi menghemat biaya. Usai tindakan, sang dokter pun merinci total biaya pengobatan sebesar Rp 400 ribu.
"Sempat ada komplain masalah biaya administrasi dan ini-itu. Tapi setelah saya jelaskan secara rinci, sebenarnya sudah selesai dan tidak ada masalah waktu itu," kenang dr. Shella, sembari mewanti-wanti bahwa kasus ini adalah urusan pribadi dan tidak menyeret nama RSUD Brebes tempatnya bekerja.
Disangka air sudah tenang, nyatanya bara dendam diduga masih disimpan oleh SC. Entah angin apa yang berembus, pada tanggal 4 dan 5 Juli kemarin, akun Instagram SC mendadak mengirimkan rentetan DM ke akun dr. Shella. Isinya? Kalimat-kalimat tajam yang bernada rundungan (bullying) dan pelecehan yang menusuk profesi dokter.
Merasa harga diri profesinya diinjak-injak, dr. Shella sempat membuat video curhatan yang akhirnya viral di jagat maya, sebelum akhirnya memilih 'jalan ninja' dengan mempolisikan si mantan pasien.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan 'panas' antar dokter dan mantan pasien tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi, menegaskan bahwa aduan dari sang dokter sudah masuk ke meja penyidik.
"Iya, benar. Kami sudah menerima laporan tersebut. Saat ini berkas laporan baru masuk dan administrasi penyelidikannya sedang diajukan untuk proses lebih lanjut," tandas AKP Husen, Kamis, 9 Juli 2026.