Depresi Ditinggal Nikah Suami, Wanita Paruh Baya Nyaris Nekat Loncat dari Jembatan Suramadu Pekalongan!
.
Rabu, 08/07/2026, 22:37:25 WIB

PanturaNews (Pekalongan) – Aksi penyelamatan dramatis menggagalkan upaya bunuh diri menggemparkan warga di sekitar Jembatan Suramadu, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (8/7/2026) siang bolong.

Seorang wanita paruh baya berinisial K (44), warga Desa Rengas, nyaris meregang nyawa setelah diduga hendak melompat ke sungai dari atas jembatan sekitar pukul 10.30 WIB. Beruntung, berkat aksi heroik warga sekitar dan kesigapan aparat Polsek Kedungwuni, nyawa korban berhasil diselamatkan.

Detik-Detik Penyelamatan Menegangkan

Peristiwa mendebarkan ini pertama kali terendus oleh Rohadi, seorang juru parkir di sekitar lokasi kejadian. Matanya yang jeli menangkap gerak-gerik mencurigakan dari korban yang berdiri terpaku di bibir jembatan. Firasatnya benar, wanita itu tampak bersiap melakukan tindakan nekat.

"Melihat ada gelagat bahaya, saksi (Rohadi) langsung memberi tahu warga lain bernama Fada. Tanpa pikir panjang, Fada langsung lari sekencang-kencangnya ke arah korban," ungkap Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, S.H.

Dalam hitungan detik yang menegangkan, Fada dengan sigap langsung menyergap dan menarik tubuh wanita itu menjauh dari bibir jembatan. Upaya nekat korban pun berhasil digagalkan tepat pada waktunya. Namun, diduga shock dan tertekan, tak lama setelah diamankan wanita tersebut mendadak pingsan tak sadarkan diri.

Diduga Depresi Berat Ditinggal Nikah

Petugas Polsek Kedungwuni yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan koordinasi dengan Kepala Desa Rengas, terkuak motif pilu di balik aksi nekat korban. K diduga kuat mengalami guncangan jiwa alias gangguan psikis yang mendalam setelah dikhianati oleh sang suami.

"Dari informasi pihak desa, korban diduga stres berat setelah ditinggal menikah lagi oleh suaminya. Sejak itu kondisinya tidak stabil, bahkan sering keluyuran malam-malam bersama anaknya tanpa tujuan yang jelas," tambah Iptu Amin.

Apresiasi Kesigapan Warga

Atas kejadian ini, Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, S.H., memberikan acungan jempol dan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang peduli dan cepat tanggap. Jika bukan karena aksi berani warga, ceritanya bisa berakhir tragis.

"Kami sangat berterima kasih kepada warga yang sigap menyelamatkan korban sehingga nyawanya tertolong. Saat ini korban masih dalam penanganan medis di RSI Pekajangan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah desa agar korban mendapatkan pendampingan psikologis lanjutan," pungkas Kapolsek.