Kandang Berisi 25 Ekor Kambing di Brebes Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 08/07/2026, 22:07:48 WIB

PanturaNews (Brebes) – Warga Desa Jagalempeni (Jagatamu Wetan), Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dibuat geger pada Rabu (8/7/2026) siang. 

Sebuah kandang kambing milik warga setempat mendadak hangus dilalap si jago merah.

Peristiwa kebakaran yang menimpa kandang milik Suyad dan Widno tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Komandan pemadam kebakaran bersama warga langsung berjibaku di lokasi guna meredam amukan api agar tidak merembet ke area pemukiman.

Kandang berukuran 3 x 6 meter itu diketahui menampung sekitar 25 ekor kambing. Karena material bangunan didominasi oleh bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan bambu, api dengan sangat cepat membesar.

"Apinya cepat sekali membesar. Pemilik kandang langsung meminta bantuan Damkar Brebes. Sambil nunggu petugas, warga sini kompak gotong royong nyiram pakai ember dan selang seadanya," ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Beruntung, gerak cepat warga dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes membuahkan hasil. Dalam waktu 30 menit atau sekira pukul 15.00 WIB, api resmi dinyatakan padam dan langsung dilakukan proses pendinginan.

Kapolsek Wanasari, Iptu Joko Widiyanto, mengatakan bahwa personelnya sudah langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, petaka siang bolong ini diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik pada instalasi lampu di dalam kandang. Namun, untuk penyebab pastinya kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," terang Iptu Joko saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).

Aparat kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Sebanyak 25 ekor kambing di dalam kandang juga berhasil diselamatkan. Meski demikian, pemilik mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp20 juta.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh peternak dan warga agar lebih rutin mengecek kelayakan instalasi listrik pada bangunan penerangan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.