Dugaan Monopoli Seragam di SMPN 2 Taman, Wali Murid Protes, Kepsek Menghilang?
.
Senin, 06/07/2026, 22:34:17 WIB

PanturaNews (Pemalang) – Praktik dugaan monopoli penjualan seragam sekolah kembali mencuat di Kabupaten Pemalang pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. 

Kali ini, keluhan datang dari salah seorang wali murid baru di SMP Negeri 2 Taman yang merasa dipermainkan oleh sistem pengadaan seragam di sekolah tersebut.

Aroma tidak sedap mengenai pengadaan kelengkapan siswa ini terungkap setelah salah satu orang tua murid baru, Heppy, blak-blakan mengaku menjadi korban sistem oper-mengoper yang diduga sengaja diciptakan untuk mengarahkan wali murid ke pihak tertentu.

Modus Diarahkan ke Toko Tertentu

Kepada awak media, Heppy menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya. Niat hati ingin menyambut tahun ajaran baru dengan tenang, ia justru dibuat pusing lantaran diwajibkan membeli seluruh bahan seragam di satu toko yang sudah ditunjuk.

"Kami ini seperti dipermainkan. Mau beli seragam sekolah untuk anak saja prosesnya ribet. Kami malah diarahkan ke toko tertentu, lalu diminta membeli seluruh bahan pakaian di sana. Ini kan aneh, seperti ada monopoli," ungkap Heppy kepada awak media, Senin (6/7/2026).

Kebijakan yang dinilai sepihak dan kurang transparan tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan orang tua murid. Mengapa pihak sekolah seolah-olah menjadi 'marketing' dari toko kain tertentu.

Kepala Sekolah 'Menghilang' Saat Digeruduk

Dipicu rasa jengkel yang mendalam, Heppy akhirnya nekat mendatangi SMP Negeri 2 Taman pada Senin pagi guna meminta klarifikasi langsung dari pihak manajemen sekolah. 

Ia menuntut penjelasan mengenai aturan pembelian seragam yang dinilainya sangat memberatkan tersebut.

Namun sayang, upayanya untuk meminta transparansi dari pimpinan sekolah bertepuk sebelah tangan. Saat disambangi, Kepala SMP Negeri 2 Taman sedang tidak berada di kantornya.

"Tadi kepala sekolah tidak ada di tempat," tambah Heppy.

Di lokasi, wali murid tersebut hanya ditemui oleh Marwiyah, salah seorang petugas Koperasi SMP Negeri 2 Taman. 

Di hadapan petugas koperasi, Heppy pun langsung menumpahkan seluruh keluh kesah dan melayangkan protes keras terkait carut-marutnya urusan seragam tersebut.