![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) – Seorang nelayan bernama Toto Sutrisno (45), warga Dusun Tanjungsari, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang misterius di perairan Asemdoyong sejak Minggu (28/06/2026).
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah kapal motor (KM) Usaha Jaya milik korban ditemukan terombang-ambing di tengah laut dalam kondisi mesin hidup, namun tanpa ada seorang pun di atasnya.
Staf Ops Kantor SAR Semarang, Handika Hengki, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga kuat terjatuh ke laut saat sedang mencari ikan seorang diri.
"Info awal nelayan hilang sekitar 3 mil utara Asemdoyong. Setelah menerima laporan, kita langsung melakukan asesmen dan mengaktifkan operasi pencarian," ujar Handika saat dikonfirmasi, Selasa (30/06/2026).
Kronologi Penemuan Kapal Kosong
Berdasarkan informasi yang dihimpun, misteri hilangnya korban bermula saat salah satu kapal nelayan lain melintas di perairan utara muara Asemdoyong pada Minggu lalu.
Awak kapal tersebut curiga melihat KM Usaha Jaya bergerak melingkar dan berputar-putar sendiri di tengah laut tanpa nakhoda.
Setelah didekati pada titik koordinat 109°24'395'' BT 06°50'201" LS, kapal tersebut dipastikan dalam keadaan kosong.
Identitas kapal merujuk pada Toto Sutrisno, yang diketahui berangkat dari rumahnya sejak Minggu dini hari untuk menjaring ikan.
Jasad Sempat Terlihat, Lalu Hilang Lagi
Memasuki hari ketiga pencarian, Selasa (30/06/2026), titik terang sempat muncul. Sejumlah nelayan lokal melaporkan melihat sesosok jasad mengapung di tengah laut, sekitar 14 mil dari bibir pantai Asemdoyong, Kecamatan Taman. Para nelayan bahkan sempat merekam kejadian tersebut sebagai bukti.
Namun nahas, saat Tim SAR Nasional bergerak cepat menuju lokasi yang dilaporkan untuk melakukan evakuasi, jasad tersebut sudah hilang dari pandangan.
"Kami menerima laporan dari nelayan yang melintas lengkap dengan bukti rekaman video amatir. Namun, setelah personel kami kejar ke lokasi dan dilakukan penyisiran, hasilnya nihil. Kuat dugaan korban kembali tenggelam ke dasar laut akibat terhempas arus bawah laut," jelas Handika.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor SAR Semarang bersama relawan gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi hilangnya korban dan area penampakan terakhir. Petugas mengimbau para nelayan lokal untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.