Berantas Kemiskinan Ekstrem: Pemkab Brebes Soroti Akurasi Data Bantuan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Selasa, 30/06/2026, 16:55:44 WIB

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, memperketat akurasi data penerima bantuan sosial demi memberantas angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Validasi data dinilai menjadi kunci utama agar anggaran dan program pengentasan kemiskinan tidak salah sasaran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, memaparkan angka kemiskinan di Brebes saat ini masih berada di kisaran 14,15 persen atau menyasar sekitar 257 ribu jiwa.

Merespons tantangan ini, Tety menegaskan bahwa Pemkab Brebes menjadikan pemutakhiran data sebagai kompas utama strategi intervensi sepanjang tahun 2026.

"Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus menjadi satu-satunya kompas kita dalam menyalurkan intervensi," ujar Tety dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di KPT Brebes, Selasa (30/6).

Tety menyatakan tidak ingin lagi melihat adanya ketimpangan di lapangan akibat buruknya distribusi data.

"Saya tidak ingin lagi mendengar ada warga miskin ekstrem yang terlewat, sementara warga yang mampu justru menerima bantuan," tegasnya.

Guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi, Pemkab Brebes memfokuskan kebijakan pada tiga pilar utama.

Pertama, optimalisasi pemanfaatan DTSEN untuk akurasi bantuan. Kedua, percepatan operasional Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan untuk mendongkrak kualitas SDM.

Ketiga, penguatan Gerakan Satu OPD Satu Desa Dampingan. Lewat program ini, setiap Perangkat Daerah diwajibkan turun langsung mengidentifikasi masalah di desa binaan masing-masing.

Mantan IRT Sukses Bangkit Lewat Pelatihan

Strategi intervensi yang tepat terbukti mampu melahirkan kemandirian ekonomi warga. Salah satu dampaknya dirasakan langsung oleh Indahyana, warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari.

Mantan ibu rumah tangga (IRT) ini sukses membangun usaha rumahan berlabel "Srikandi" setelah mengikuti pelatihan pemberdayaan dari pemerintah daerah. 

Produk olahannya, mulai dari bawang goreng hingga aneka keripik, kini sukses menopang finansial keluarganya.

"Setelah mendapatkan pelatihan kita jadi bisa jualan. Alhamdulillah untuk hari-hari bisa menambah penghasilan untuk ekonomi keluarga, yang sebelumnya saya ibu rumah tangga," tutur Indahyana di sela-sela bazar produk lokal Pemkab Brebes.

Sementara itu, Asisten I Sekda Brebes, Subandi, mengapresiasi daya juang para pelaku usaha mikro baru tersebut. 

Menurutnya, penanganan kemiskinan menuntut kepedulian bersama, termasuk kesediaan masyarakat untuk membeli produk lokal tangkaran warga.

"Langkah kecil ini akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus berkembang. Kuncinya adalah komitmen, konsistensi, dan kepedulian," pungkas Subandi.