Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Kalijurang Gelar Sedekah Bumi dan Rembug Sejarah
.
Sabtu, 27/06/2026, 20:48:09 WIB

PanturaNews (Brebes) – Masyarakat Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi secara khidmat pada Sabtu (27/6/2026). 

Bertempat di kawasan Studio Alam Kalijurang Story (KJS), kegiatan ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalijurang Bersahaja bersama warga setempat ini bertepatan dengan peringatan 1 Suro 1959/1960 Jawa atau 1 Muharam 1448 Hijriah. 

Selain sebagai agenda budaya, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Berbagai rangkaian kegiatan budaya turut memeriahkan acara tersebut. Di antaranya adalah pagelaran wayang kulit dengan lakon “Arga Menggala Membangun Desa”, lokakarya pembuatan batik, pameran benda-benda warisan budaya, pertunjukan seni Terbang Jawa, serta ditutup dengan rembug kebudayaan dan sejarah.

Perwakilan panitia, Warsono, menjelaskan bahwa lakon wayang kulit yang dipentaskan sengaja memilih kisah tokoh yang berjasa dalam pembangunan desa dan pernah memperoleh penghargaan dari pemerintah.

"Kisah tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus menjadi teladan bagi generasi penerus dalam membangun desa," ujar Warsono, Sabtu (27/6/2026).

Warsono juga mengakui bahwa persiapan acara dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, sehingga belum semua tokoh masyarakat dapat diundang secara formal. 

Kendati demikian, ia mengapresiasi peran aktif para pemuda desa yang menjadi motor penggerak hingga acara dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi panitia yang mampu menyelenggarakan kegiatan meski di tengah keterbatasan waktu dan sarana. Namun, ia memberikan catatan evaluasi untuk pelaksanaan ke depan.

"Pelaksanaan sudah berjalan baik. Sebagai bahan perbaikan, ke depan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan perwakilan setiap RW perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas," kata Edi.

Edi menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan, keselamatan, serta hasil bumi yang melimpah. Momentum ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut ditutup dengan forum Rembug Sejarah dan Kebudayaan. 

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman mengenai asal-usul Desa Kalijurang serta pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.