Hadiri Sedekah Laut, 2.000 Nelayan di Tegal Dapat Jaminan Asuransi dari Bupati Ischak
.
Kamis, 25/06/2026, 13:52:14 WIB

PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyalurkan program perlindungan sosial berupa jaminan asuransi kepada sekitar 2.000 nelayan lokal. 

Langkah ini diambil guna menekan risiko kerja yang tinggi bagi para pekerja di sektor perikanan tangkap.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menghadiri kegiatan tahunan Tradisi Larung Sedekah Laut Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Kecamatan Kramat, Tegal, Rabu (24/6).

Ischak menjelaskan, program jaminan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dengan BPJS Ketenagakerjaan.

"Pemerintah Kabupaten Tegal telah memberikan perlindungan melalui program asuransi nelayan kepada sekitar 2.000 nelayan. Ini sebagai bentuk perhatian terhadap risiko pekerjaan yang dihadapi para nelayan saat melaut," ujar Ischak.

Selain jaminan perlindungan sosial, Ischak menyebut Pemkab Tegal juga telah menyiapkan skema jaring pengaman sosial berupa bantuan beras paceklik. 

Bantuan pangan ini ditargetkan bagi rumah tangga nelayan yang terdampak musim angin barat.

Menurutnya, intervensi bantuan beras tersebut diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan keluarga nelayan di saat produktivitas dan hasil tangkapan menurun akibat faktor cuaca ekstrem.

Di sisi lain, Ischak turut menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas nelayan TPI Larangan yang konsisten menjaga tradisi Sedekah Laut sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir Jawa Tengah.

"Kegiatan ini juga menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir yang perlu dijaga dan dilestarikan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sedekah Laut, Dahuri, mengapresiasi soliditas dan gotong royong seluruh masyarakat nelayan dalam menyukseskan agenda budaya tahunan ini.

Prosesi Sedekah Laut kali ini diwarnai dengan sejumlah ritual adat, mulai dari kesenian tradisional ruwatan wayang kulit hingga prosesi utama larung sesaji ke tengah laut. 

Ritual pelarungan satu kepala kerbau dilakukan di perairan Karang Jeruk, sekitar 3 mil dari bibir pantai, dengan dikawal oleh sekitar 30 kapal nelayan setempat.

Agenda budaya ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, instansi kelautan dan perikanan, organisasi nelayan, serta tokoh masyarakat setempat.