![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kabupaten Brebes di jalur Pantura depan Alun-alun Brebes pada Senin (22/6/2026) sore sempat memanas dan diwarnai aksi bakar ban bekas.
Ketegangan bahkan sempat memuncak saat seorang warga merangsek maju menolak aksi bakar ban tersebut dan nyaris terlibat adu jotos dengan mahasiswa, sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh aparat kepolisian.
Merespons dinamika tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat menghargai aspirasi mahasiswa, namun ia menyayangkan adanya tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
"Aspirasi adik-adik mahasiswa tentu kami hargai sebagai bagian dari demokrasi. Namun, situasi sempat memanas karena adanya aksi bakar ban yang memancing respons spontan dari warga sekitar yang merasa terganggu.
Beruntung, berkat kesigapan aparat keamanan dan pendekatan persuasif yang kami lakukan bersama Forkopimda, situasi bisa segera diredam dan dialog tetap berjalan kondusif," ujar Cecep Aji Suganda di lokasi kejadian.
Situasi akhirnya benar-benar luluh dan berakhir damai setelah Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke jalan.
Tanpa sekat, Bupati dan jajaran pejabat langsung duduk bersila di atas aspal untuk menemui, menyalami, dan mendengarkan 10 poin tuntutan para demonstran.
Cecep menambahkan, langkah dialogis Bupati yang membaur langsung dengan mahasiswa merupakan bukti komitmen Pemkab Brebes yang selalu terbuka terhadap masukan demi kemajuan daerah.