Strategi Keberlanjutan Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA: Perakitan Papan Sasmita di SLB Bhakti Kencana 1
.
Rabu, 24/06/2026, 12:23:28 WIB

Kriya Widya Nirmala Universitas Negeri Yogyakarta

TIM Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan subprogram Kriya Widya Nirmala di SLB Bhakti Kencana 1, Sleman, pada Selasa 23 Juni 2026.

Kegiatan ini berfokus pada perakitan media pembelajaran Papan Sasmita bersama guru sebagai upaya memperkuat keberlanjutan program yang sedang dikembangkan oleh tim. Papan Sasmita merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk mendukung optimalisasi kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui pendekatan multisensori berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu strategi transfer pengetahuan dari tim mahasiswa kepada pihak sekolah. Harapannya, sekolah dapat melanjutkan pemanfaatan dan pengembangan media secara mandiri setelah program PKM berakhir.

Kegiatan diikuti oleh lima mahasiswa anggota Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA yang terdiri atas Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo di bawah bimbingan dosen pendamping, Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Empat guru dari SLB Bhakti Kencana 1 turut terlibat secara aktif dalam kegiatan ini, yaitu Ibu Tanti, Ibu Mutiara, Ibu Karlina, dan Ibu Risa.

Guru yang dilibatkan dipilih berdasarkan kemampuan dasar dalam memahami perakitan alat elektronik serta pengalaman mereka dalam mendampingi peserta didik dengan disabilitas intelektual. Kriteria tersebut dinilai penting untuk mendukung proses transfer keterampilan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Guru yang telah mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat menjadi penggerak awal dalam pengembangan dan diseminasi media di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan oleh Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana. Peserta memperoleh penjelasan mengenai tujuan pelaksanaan Kriya Widya Nirmala serta peran penting guru dalam menjaga keberlanjutan program.

Tim juga memaparkan konsep dasar Papan Sasmita dan manfaatnya dalam mendukung proses pembelajaran siswa dengan disabilitas intelektual. Pemahaman awal tersebut menjadi bekal bagi guru sebelum memasuki sesi praktik perakitan media. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan melalui berbagai pertanyaan yang diajukan terkait fungsi dan cara kerja media.

Sesi berikutnya difokuskan pada pengenalan komponen-komponen yang terdapat pada Papan Sasmita. Tim menjelaskan fungsi setiap bagian media, mulai dari komponen utama hingga sistem pendukung yang digunakan dalam proses pembelajaran. Guru diberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung struktur media dan memahami prinsip kerja setiap komponennya.

Penjelasan dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti proses perakitan dengan lebih mudah. Pemahaman terhadap fungsi komponen menjadi langkah penting sebelum memasuki tahap praktik.

Perakitan Papan Sasmita menjadi kegiatan inti dalam subprogram Kriya Widya Nirmala. Seluruh peserta terlibat aktif dalam proses penyusunan komponen media sesuai dengan petunjuk yang telah disiapkan oleh tim. Pendampingan dilakukan secara langsung pada setiap tahapan perakitan sehingga guru dapat memahami prosedur kerja secara menyeluruh.

Proses tersebut tidak hanya berfokus pada hasil akhir media, tetapi juga pada penguasaan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk membuat media secara mandiri. Pengalaman praktik secara langsung memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar melalui proses yang nyata dan aplikatif.

Uji fungsi seluruh komponen media dilakukan setelah proses perakitan selesai. Guru bersama tim melakukan pengecekan terhadap kelayakan dan fungsi setiap bagian Papan Sasmita untuk memastikan media dapat digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

Pengalaman menguji media secara langsung membantu guru memahami cara melakukan pemeriksaan apabila terjadi kendala saat penggunaan. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting untuk mendukung pemanfaatan media secara berkelanjutan.

Diskusi dan evaluasi berlangsung secara interaktif setelah seluruh rangkaian perakitan selesai dilaksanakan. Guru menyampaikan berbagai masukan terkait desain, penggunaan, serta peluang pengembangan media pada masa mendatang. Pengalaman guru dalam mendampingi siswa dengan disabilitas intelektual menjadi sumber informasi yang berharga bagi proses penyempurnaan media.

Tim mencatat seluruh saran yang diberikan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Pertukaran gagasan yang terjadi menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara sekolah dan tim mahasiswa.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, menjelaskan bahwa kegiatan Kriya Widya Nirmala dirancang tidak hanya untuk menghasilkan media pembelajaran, tetapi juga membangun kemandirian sekolah dalam mengembangkan media serupa pada masa mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat program tidak berhenti ketika masa pelaksanaan PKM berakhir. Guru kami libatkan secara langsung dalam proses perakitan agar nantinya sekolah memiliki kemampuan untuk membuat, mengembangkan, dan mereplikasi Papan Sasmita secara mandiri sesuai kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.

Lituhayu menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari media yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mitra untuk melanjutkan program secara mandiri. Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen tim dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi sekolah mitra.

Dokumentasi bersama menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Kriya Widya Nirmala. Transfer pengetahuan dan keterampilan yang diberikan selama kegiatan diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan program SEKAR-AMARTA di SLB Bhakti Kencana 1.

Kemampuan guru dalam merakit dan mengembangkan Papan Sasmita akan mendukung pemanfaatan media pembelajaran secara berkelanjutan di sekolah. Kemandirian mitra menjadi salah satu indikator penting keberhasilan program pengabdian yang dilaksanakan oleh tim. Kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut demi mendukung pembelajaran yang lebih inovatif bagi peserta didik dengan disabilitas intelektual.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, Bagas Yoga Anantyo, Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd.