Wahyudin Noor Aly: Kualitas Pemilih Masih Jadi Masalah Utama Pemilu di Indonesia
.
Minggu, 21/06/2026, 19:31:51 WIB

PanturaNews (Tegal) – Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly atau akrab disapa Goyud, menegaskan bahwa persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia hingga saat ini masih terletak pada kualitas pemilih.

Menurutnya, banyak pemilih yang masih bersikap pragmatis dan mudah terpengaruh oleh iming-iming sesaat.

“Kita sangat tahu problem pemilu di Indonesia ada di pemilih. Masih ada yang salah pilih karena iming-iming. Kita ingin pada 2029 persoalan ini bisa diselesaikan,” ujar Goyud dalam kegiatan sosialisasi pemilih berkelanjutan di Khas Tegal Hotel, Minggu (21/6/2026).

Politisi senior ini menjelaskan, pendidikan politik sangat penting diberikan sejak dini, khususnya kepada siswa SMP yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Ia menekankan bahwa pendidikan politik berbeda dengan kegiatan partai politik.

“Kalau partai politik punya kepentingan, itu wajar. Tapi pendidikan politik tujuannya untuk bangsa, agar masyarakat paham bagaimana memilih pemimpin yang baik,” tegasnya.

Goyud juga mengingatkan soal integritas demokrasi dan besarnya biaya penyelenggaraan pemilu yang bersumber dari uang rakyat. Ia menilai, jika pola pikir pemilih masih pragmatis, masa depan negara akan terancam.

“Biaya pemilu sangat mahal. Kalau pemilih masih pragmatis, bagaimana masa depan negara ini,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Tegal, Mohammad Masyhadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepemiluan di berbagai sekolah. 

Langkah ini diambil agar generasi muda kelak tidak hanya datang ke TPS, tapi juga mampu memilih pemimpin dengan bijak.