Warga dan Pemuda Tepos Isu Proyek PT Zhing King Ganggu Akses Petani
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Sabtu, 20/06/2026, 20:38:09 WIB

PanturaNews (Brebes) — Rencana pembangunan proyek PT Zhing King di kawasan Desa Limbangan dan Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diharapkan dapat menjadi stimulus baru bagi penguatan ekonomi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Namun, belakangan muncul isu yang menyebutkan bahwa aktivitas proyek tersebut mengganggu akses transportasi para petani setempat. Saat dikonfirmasi di lapangan, sejumlah warga dan petani justru menyatakan hal sebaliknya.

Carsiti (38), salah seorang petani asal Desa Limbangan RT 01/RW 06, mengungkapkan bahwa aktivitas pertanian harian berjalan normal tanpa hambatan berarti. 

Menurutnya, keberadaan proyek ini justru berdampak pada perluasan akses jalan desa.

"Kami tidak merasa terganggu, biasa saja. Malah sekarang jalannya tambah lebar," ujar Carsiti saat ditemui di area persawahan Desa Limbangan, Sabtu 20 Juni 2026.

Meski demikian, ia mengakui adanya kendala minor akibat faktor cuaca. 

"Paling kalau hujan jalannya menjadi agak licin, tetapi menurut kami itu hal yang lumrah karena sedang ada pembangunan," katanya menambahkan.

Dampak positif dari aspek infrastruktur ini juga dirasakan oleh Kasnadi, warga RT 03/RW 04 Desa Limbangan. 

Pria yang kerap melintasi jalur tersebut selama dua tahun terakhir ini menyebutkan bahwa pelebaran jalan mempermudah mobilitas kendaraan, termasuk roda empat.

"Dulu akses di sini sangat sempit, bahkan untuk sepeda motor saja sulit. Sekarang jalannya sudah lebar, kendaraan roda empat atau mobil sudah bisa masuk ke area ini," kata Kasnadi.

Di sisi lain, pengurus Karang Taruna Desa Limbangan menyayangkan adanya desas-desus negatif yang beredar di masyarakat. Mereka menegaskan bahwa informasi mengenai petani yang merasa dirugikan adalah kabar bohong atau hoaks.

Hubungan Masyarakat (Humas) Karang Taruna Desa Limbangan, Warsono, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kondusivitas di wilayahnya agar program pembangunan dapat berjalan lancar.

"Terkait isu bahwa petani terganggu, itu adalah informasi hoaks dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami dari pemuda siap mengawal dan mengantisipasi segala dinamika yang terjadi di lapangan," tutur Warsono.

Dugaan adanya motif tertentu di balik penyebaran isu tersebut juga disampaikan oleh Wakil Ketua Karang Taruna Desa Limbangan, Kuslani. 

Ia menilai ada pihak luar atau oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi demi kepentingan sepihak.

"Kami melihat ada oknum-oknum yang sengaja ingin memprovokasi situasi dan kondisi yang sudah kondusif di daerah kami," ujar Kuslani didampingi pengurus lainnya, Abukhori.